Ini Penjelasan Polisi Terkait Penemuan Mayat yang Hebohkan Lantak Seribu


Polsek Pamenang saat mengevakuasi korban

Pariwarajambi.com - Warga Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Jumat (16/04/2021) kemarin dihebohkan dengan ditemukannya mayat tanpa kepala yang sudah membusuk di kebun karet.

Terkait itu Kapolsek Pamenang, IPTU Factur Rohman dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Namun dia membantah informasi yang beredar bahwa korban ditemukan tanpa kepala. Malainkan kulit kepala korban sudah tidak ada lantaran sudah membusuk.

"Bahwasanya tengkorak kepala (korban red) masih ada, ya kulitnya aja sudah tidak ada. Artinya tanpa kepala itu saya tepis, bukan (tanpa kepala)," katanya dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (17/4/202).

Kapolsek mengatakan kronologis penemuan mayat itu berawal dari warga yang hendak ke kebun untuk mencari kayu bakar dan  mencium bau busuk. Kemudian warga tersebut mencari asal aroma tersebut dan menemukan mayat yang telah membusuk, lalu memberitahu warga lainnya.

Kabar tersebut sampai ketelinga anak korban yang langsung ke lokasi dan memastikan korban merupakan orang tuanya yang hilang. 

Korban adalah BR (78), warga Desa Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin. Kemudian warga menghubungi pihak berwajib dan dilakukan evakuasi terhadap korban.

Sementara kronologis hilangnya korban yang telah berumur 78 tahun itu disebutkan Kapolsek saat berkunjung ke rumah anaknya sekitar 20 hari lalu, itu pada siang hari korban keluar rumah. Namun hingga sore jelang malam korban tidak kunjung kembali ke rumah anaknya. 

"Korban keluar rumah, nggak tahu kemana arahnya. Ditunggu sampai sore nggak pulang pulang," sebutnya.

Korban yang tak kunjung pulang ke rumah, lalu dilakukan pencarian oleh keluarga dan dibantu oleh warga sekitar selama tiga hari, namun tidak membuahkan hasil.

"Sampai kemarin itu (penemuan mayat) diperkirakan sudah 20 hari, ternyata ditemukan di semak semak. Dan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Rantau Gedang, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun," ungkapnya.

Pihak keluarga, lanjut Kapolsek langsung memakamkan korban tanpa dilakukan otopsi. Sebab keluarga meyakini meninggalnya korban tanpa ada unsur kriminalitas.

"Sehingga atas permohonan keluarga tersebut akhirnya jenazah korban tidak dilakukan Otopsi. Dari keterangan keterangan yang saya kumpulkan bahwa indikasi kriminalitas tidak ada. Murni kecelakaan," ujarnya.

"Kecelakaan yang dimaksudkan itu kemungkinan korban tersesat ditengah kebun dan tidak ingat jalan pulang. Lantaran setelah 20 hari, tidak ada yang menolong, nyawa korban tidak tertolong," sebut Kapolsek.(Pjcom)