Marga Sungai Tenang

Desa Muara Madras, 1901-1909: Foto: Istimewa

Oleh Musri Nauli

Marga Sungai Tenang terletak di dataran tinggi di Kabupaten Merangin. Ada beberapa versi mengenai arti “Merangin’. Merangin disebutkan dari kisah dari perjalanan pertemuan Batang Tembesi dengan Batang Merangin. Untuk mengukur berat air antara Batang Tembesi dan batang Merangin, maka diambil air dan dilakukan penimbangan. Dari hasil pengukuran, ternyat beratnya hanya sedikit (seperanginan). Maka pertemuan dua sungai kemudian disebutkan sebagai Merangin. Sementara dari versi lain disebutkan, adanya tradisi mengangkat padi dan membersihkan menjadi beras dengan cara mengangkat ke udara sehingga, bulir padi tetap jatuh dan sisanya dibawa angin. 

Menurut penuturan masyarakat di Sungai Tenang, Kata “sungai Tenang” menunjukkan nama Sungai didalam Marga Sungai Tenang. Kata “tenang” berasal dari kata “mentenang” yaitu menunjuk sifat Sungai yang airnya tenang. Begitu juga kata “menderas” menunjukkan sifat sungai yang airnya “deras”. Menderas kemudian menjadi nama desa “Muara Madras”. 

Marga Sungai Tenang berpusat di Jangkat. Jangkat sering juga disebutkan “Koto Tapus”. Jangkat berarti “akar yang besar”.

Dalam catatan berbagai literature kemudian menyebutkan “Sungai Tenang” dengan kata “Soengei Tenang”. 

Sebuah penulisan berdasarkan dialek local penyebutan “Sungai Tenang”. Lihat Proceedings of the Royal Geographical Society and Monthly Record of Geography, Volume 1” disebutkan “Jambi comprises the inland districts of pankalan-jambu, batang-asei, limun, korinchi, serampei and sungei-tenang. some of these district have excites curiosity by fam of their natural beauty, their mineral wealth, and the number and industru of their inhabitants”. 

Sedangkan Soengei Tenang” dapat juga dilihat di “Gazetteer Of the World, Dictionary of Geographical Knowledge, Dublin, 1856”, 

Didalam laporan Pieter Anthonie Lith “Nederlandsch Oost-Indië: beschreven en afgebeeld voor het Nederlandsche volk, Volume 3 , Nederlansch Oost-Indie : Beschreven en Afgebeeld voor het Nederlansche volk dan  Hollander didalam bukunya “Aardrijksbeschrijkving van Nederlandsch Oost-Indie menyebutkan Serampei “Kerinci dapat dilihat dari Sungai Tenang, Serampas, Batang Asai dan Limun. Dari Barat dan Selatan dari Jambi, terletak wilayah Serampei. Wilayah Serampei merupakan wilayah yang otonom. 

Menurutnya Palembang is toegevoegd ; 4. worden er toe gerekend de landschappen Korintji, Soengei Tenang, Serampas, Batang Asei en Limoen, ten westen en zuid-westen van djambi gelegen, welken echter nog geheel onafhankelijk zijn. zij grenst dus ten noorden aan de rijken indragiri en kwantan, waar eene denkbeeldige lijn, die van den mond van het kustriviertje tongka op, 

P. J. Veth didalam bukunya “Aardijkskundig en statitsch, woordenboek van Nederlandsch Indie, Bewerkt naar de Jongste en Beste Berigten, menyebutkan “
De betrekkelijk ligging der dalem van Serampei en Soengei Tenang is niet duidelijk, daar onze kaarten hier uiterst gebrekking zijn. Serampei schijnt een lengtedal in dezelfde rigting als dat van Korintji ; Soengei Tenang schijnt zich om het zuiden en zuidoosten daarvan heen te slingeren. Dit lastste bevat het schoone meer danau pau, dat van alle zijden omgeven is door hooge en steile, met digt bosch begroide bergen, die een ontzaggelijk amphitheater vormen. niet ver vandaar ontsprint de s. tambesi, de tweede hoofdtak van de djambi-rivier.

Didalam bukunya De Gids, Dertiende Jaargang, Niewune serie, Tweede Jaargang dan  De M. Malte-Brun didalam bukunya Diccionario – Geografico Universal, juga menyebutkan Soengei Tenang”. 

Advokat. Tinggal di Jambi