Cerita Al Haris Usulkan Sertifikat IG Kopi Robusta Merangin Diakui Nasional

Sertifikat IG kopi robusta Sumatera Merangin

Pariwarajambi.com, Merangin- Kopi Robusta Merangin sekarang telah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dan sudah terdaftar di Kemenkumham dengan lebel Kopi Robusta Sumatera Merangin.

Kini kopi robusta Merangin sudah diakui nasional. Sertifikat IG kopi robusta Sumatera Merangin ini diserahkan Bupati Merangin, Al Haris kepada petani kopi robusta Merangin di Desa Muara Masras, Kecamatan Jangkat, Kamis (20/05/2021).

Ternyata proses hingga keluarnya sertifikat IG kopi robusta Sumatera Merangin ini cukup panjang dan punya kisah tersendiri bagi Bupati Merangin, Al Haris. Disamping ia menjaga hasil bumi Merangin itu tidak diklaim daerah lain.

"Sejarah awal ketika saya Lemhanas 2015, bupati Bener Meriah (Aceh) menceritakan bagaimana kopi Gayo mendunia setelah memiliki sertifikat IG," kata Al Haris mengawali ceritanya.

Lalu 2016 di acara Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) ada festival kopi di Jakarta dan waktu ada investor dari Aljazair tertarik dengan kopi Meragin.

"Mereka siap membeli kopi robusta Merangin dengan harga mahal. Tapi sayang itu tidak bisa dengan mudah, sebab kopi kita belum diakui nasional. Itulah yang mendorong saya untuk mengusulkan IG kopi robusta Merangin dan meminta Balidbang serius mengurusnya," ujar Al Haris.

"Hingga jita punya sertifikat IG ini 2,5 tahun baru terbit, ini tidak mudah dan kopi robusta kita ini sudah diperiksa secara nasional oleh tim dibawah Menkumham. Ini (Sertifikat IG) perlu, merek kita sudah diakui Nasional," sebut Al Haris lagi.

Al Haris berharap petani kopi punya komitmen untuk menjaga kualitas produksi kopi, sehingga tidak hanya diakui nasional tapi juga bisa go internasional.

"Siap-siap kopi kita dikontrak orang luar, tapi rasanya jangan berubah, komitmen kita mengolah kopi harus tetap dipertahankan. Ini langkah awal kopi kita untuk Go Internasional. Semoga dengan IG ini petani kopi kita terjamin haknya untuk peningkatan ekonomi," sebut Al Haris.(Pjcom)