Kasian Petani! Harga Jual Sayuran Anjlok, Harga Obat-obatan Pertanian Malah Naik


Pariwarajambi.com, Merangin- Para petani sayuran di wilayah Jangkat dan sekitarnya mengeluhkan adanya kenaikkan harga obat-obatan pertanian.

Herbisida atau racun rumput misalnya kenaikannya tidak tanggung-tanggung yakni 20 sampai 25 persen. Biasanya petani membeli herbisida merek tertentu Rp 55 ribu naik menjadi Rp 65 hingga 70 ribu.

Hengky petani sayuran di Kecamatan Jangkat mengatakan adanya kenaikan harga obat-obatan pertanian membuat usaha pertanian mereka semakin tertekan dan itu berbanding terbalik dengan harga jual aneka sayuran saat ini sedang anjlok.

"Harga obat-obatan pertanian naik, ada yang naik Rp15.000 sampai Rp30.000. Sementara harga jual aneka sayuran saat ini sedang anjlok, apa lagi harga cabai merah harga jualnya lagi murah," ujarnya.

Naiknya harga obat-obatan pertanian ini semakin menghimpit petani, karena biaya produksi yang semakin mahal. Apa lagi untuk kebutuhan tanaman sayuran petani dihadapkan dengan mahalnya harga pupuk dan diiringi dengan mahalnya harga obat-obatan pertanian.

"Harga pupuk sudah mahal, kini obat-obatan pertanian juga ikut naik. Kalau harga jual juga ikut naik Alhamdulillah, ini justru sebaliknya," sebut Dani petani sayuran lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merangin, Rumusdar dikonfirmasi juga tidak menampik naiknya harga obat-obatan pertanian.

"Ya, biasanya setiap tahun ada kenaikan harga obat-obatan pertanian seperti racun rumput. Itu kita sulit juga karena perusahaan," kata Rumusdar, Jumat (25/06/2021).

"Memang kalau naiknya signifikan kita (Dinas Pertanian) bisa melakukan pengecekan ke distributor, kita konfirmasi apa yang menyebabkan harga obat-obatan pertanian naik," tambah Rumusdar lagi.

Sementara harga pupuk disebut Rumusdar juga fluktuasi, terutama harga pupuk non subsidi.

"Kalau harga pupuk subsidi itu sudah jelas ada HET (Harga Eceran Tertinggi). Kalau pupuk non subsidi ini fluktuasi," sebutnya.(Pjcom)

Penulis : Redaksi - Editor : Riky Serampas