Sikapi PPKM Level 4, Danrem Turun ke Merangin, Ini Instruksinya

Danrem 042 Garuda Putih

Pariwarajambi.com - Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Muhammad Zulkifli sikapi status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kabupaten Merangin.

Jenderal bintang satu yang juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Jambi ini turun langsung ke Merangin. Ia disambut Pelaksana tugas Bupati Merangin, Mashuri dan pimpinan Forkopimda Kabupaten Merangin, Jumat (13/08/2021).

Danrem menjelaskan Merangin ditetapkan pemerintah pusat untuk menerapkan PPKM level 4 karena angka kematian pasien Covid-19 tinggi, kasus terkonfirmasi tinggi, minim tracing atau pelacakam, minim testing.

"Selanjutnya ketersedian tempat tidur di rumah sakit, sebelumnya tidak ada rumah isolasi terpusat dan serapan vaksinasi masih rendah," kata Brigjen TNI Zulkifli.

Terkait itu Danrem menegaskan apa yang sudah menjadi instruksi pemerintah pusat harus dilaksanakan.

Masyarakat diharuskan menggunakan masker, mencegah kerumunan, mencegah atau membatasi mobilisasi, meningkatkan trecing dan testing, serta meningkatkan vaksinasi.

"Masyarakat harus menggunakan masker,  masyarakat saling menegur yang tidak menggunakan masker, seperti toko minta pembeli gunakan masker atau sebagainya," ujarnya.

"Mencegah kerumunan, tidak memberikan izin kerumunan membatas hajatan. Juga membatas mobilitas atau kegiatan masyarakat," katanya.

"Tingkatkan trecing atau mencari dan memantau orang yang kontak dengan pasien terpapar Covid-19, lalu lakukan testing swab atau PCR. Juga genjot vaksinasi," tambahnya lagi.

Brigjen Zulkifli juga menjelaskan rumah isolasi terpadu juga harus dilengkapi fasilitas sesuai standar.

"Rumah isolasi harus nyaman, makan dengan pengawasan gizi, pengobatan, fasilitas kesehatan, masuk rumah sakit prioritas pertama," sebutnya.

Sementara itu Plt Bupati Merangin, Mashuri menyampaikan Satgas Covid-19 Merangin sudah menyiapkan rumah isolasi terpadu.

"Tempat isolasi terpadu, dua hotel, rumah aman yang dulu digunakan untuk isolasi itu jadi rumah isolasi VIP, perumahan Pemda untuk isolasi Nakes, kemudian rusunawa jika selesai renovasi nanti," sebutnya.

Selain itu dikatakan Mashuri juga dilakukan pengawasan kegiatan masyarakat dan evaluasi anggaran.

"Kita terus melakukan sosialisasi Prokes, melakukan pengawasan penertiban pedagang atau tempat kerumunan. Juga melakukan evaluasi anggaran karena menyikaspi ini butuh ekstra anggaran," ujarnya.

"Angka kematian pasien Covid-19 tertanggal  11, 12 dan 13 Agustus juga kosong. Kita dorong OPD terkait tidak ragu-ragu memanfaatkan anggaran untuk penanganan Covid-19," sebutnya.(*)

Penulis : Redaksi - Editor : Riky Serampas