Pemkab Merangin Beri Prasarana Usaha Perikanan untuk Warga Bantaran Sungai

Penyerahan bantuan prasarana usaha perikanan

Pariwarajambi.com - Bupati Merangin, Mashuri bersama Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Merangin, M Damai serahkan bantuan prasarana usaha perikanan tangkap pada kelompok usaha bersama (KUB).

Penyerahan perahu, pelampung, mesin dan perangkat tangkap ikan ini dilakukan secara simbolis kepada KUB di Bangko Tinggi, Kelurahan Dusun Bangko, Selasa (28/09/2021).

Bantuan tersebut diserahkan pada empat KUB yakni KUN Sumber Sungai Selayar Bangko Tinggi, KUB Serengkuh Dayung Desa Ulak Makam, KUB Harapan Makmur Desa Biuku Tanjung dan KUB Kepala Bedah Desa Tanjung Putus.

Kepala Dinas Perikanan Merangin, M Damai mengatakan bantuan tersebut merupakan pemberdayaan pemulihan ekonomi masyarakat.

"Tujuan mendukung pemulihan ekonomi dimasa Covid, pengingkatan kesejahteraan dan pendapatan kelompok dan menjaga ekosistem perairan," kata M Damai.

Sementara itu Bupati Merangin, Mashuri mengharapkan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin dan dapat meningkatkan ekonomi dimasa pandemi ini.

"Tolong bantuan ini dimanfaatkan. Jangan sampai barang ini rusak tidak dimanfaatkan. Rusak untuk dimanfaatkan lebih berharga, dari pada rusak tidak dimanfaaatkan dimakan rayap,’’ kata Bupati.

Diakui bupati, sudah dua tahun Covid-19 melanda Bumi Merangin, sejak Maret 2019. Dampak Covid-19 tersebut, sangat luar baisa, terutama perkenomian kerakyatan. Dimana ekonomi masyarakat jadi merosot akibat Covid-19.

‘’Dalam upaya PEN, Pemerintah dengan kemampuan yang dimilikinya sangat ingin memulihkan mengembalikan perekonomian secepatnya, baik di bidang peranian maupun di bidang  jasa,’’ terang Mashuri.

Pertanian lanjut Bupati, salah satu sub perikanan. Bupati berharap, bantuan yang diberikan itu setidaknya dapat menggairahkan kembali perekonomian masyarakat yang bergerak di bidang pencari ikan.

Sayangnya bantuan itu diberikan ketika air Sungai Batang Merangin sudah mulai keruh. Padahal menurut bupati, enam bulan lalu air Sungai Batang Merangin itu masih jernih, semua ini  dampak ulah para Penambang Emas Tanpa Izin (PETI).

‘’Beberapa pelaku PETI sudah kita tertibkan, tapi pelanggaran terus dilakukan oleh para ‘pemain’ PETI. Ketika alat berat mereka kita ditarik, penambang malah beralih ke dompeng, sehingga sungai kita jadi rusak terus, ekosistimnya jadi rusak,’’ terang Bupati.

Begitu juga jelas bupati, dengan rasa ikan di Sungai Batang Merangin yang jadi berubah, akibat airnya keruh dan sumber makanan yang juga berubah.  Bupati berharap semua itu, tidak memudarkan semangat untuk bangkit.(*)

Penulis : Redaksi - Editor : Riky Serampas