Terjadi di Merangin Konflik Harimau dengan Manusia, Ini Penyebabnya Menurut BKSDA

Harimau, foto ist

Pariwarajambi.com - Konflik antara harimau dengan manusia baru saja terjadi di Kabupaten Merangin. Kejadian, Sabtu (25/09/2021) lalu menyebabkan seorang warga Desa Guguk, Kecamatan Renah Pembarap, tewas diterkam harimau.

Terkait itu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi sudah turun ke lokasi, melakukan pengamatan dan mengumpulkan data-data terkait kejadian nahas tersebut.

Kepala KSDA Merangin, Udin Ikhwanudin mengatakan konflik antara harimau dengan manusia disebabkan beberapa faktor.

Beberapa diantaranya karena habitat harimau yang semakin sempit akibat perambahan hutan dan juga aktivitas pertambangan emas ilegal.

"Kalau habitatnya terancam harimau akan keluar dari hutan, bisa saja sampai ke pemukiman. Ini aktivitas PETI juga menganggu habitat harimau, karena dilokasi kejadian itu ada aktivitas PETI," kata Udin Ikhwaludin.

Faktor selanjut karena mangsanya sudah tidak ada seperti babi hutan atau rusa, ini akan memancing harimau menjelajah sampai dekat perkebunan, bahkan permukiman warga.

"Dalam dua bulan terakhir banyak babi mati, banyak warga temukan itu. Ini juga menjadi penyebab keluarnya harimau karena mangsanya tidak ada dalam hutan," ujarnya.

Terkait kejadian di Batu Tunggal, Desa Lubuk Beringin, Kecamatan Muara Siau konflik harimau yang menewaskan seorang warga Guguk, baru-baru ini. Udin Ikhwaludin mengingatkan agar warga selalu waspada saat berpergian ke kebun atau ke dalam hutan.

"Kita sarankan pergian ke kebun dan hutan itu jangan sendirian," sebutnya.

Pihaknya juga masih mengamati wilayah tersebut jika masih ada potensi terjadi konflik harimau dengan manusia, pihaknya akan melakukan pengusiran dan memasang jerat harimau.

"Langkah kita akan mamasang kamera trap di sekitar lokasi kejadian, ini kita monitor trus wilayah tersebut. Jika masih muncul kita akan melakukan pengusiran atau bisa saja nanti kita pasang jerat," sebutnya.(*)

Penulis : Redaksi - Editor : Riky Serampas