Kuburan pun Nyaris Terkikis Akibat PETI, Terungkap Saat Rakor Forkopimda Dipimpin Bupati Merangin

Rapat koordinasi Forkopimda Merangin

Pariwarajambi.com - Bupati Merangin, Mashuri mengatakan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) sudah sangat mengkhawatirkan.

Seperti di Desa Lubuk Bumbun, Kecamatan Margo Tabir yang mengalami abrasi karena pendangkalan sungai akibat aktivitas PETI hingga mengikis lahan pertanian masyarakat.

Hal ini terungkap saat Bupati Merangin,  Mashuri ketika memimpin jalannya rapat koodinasi (Rakor) Forkopimda Merangin di Ruang rapat kerja Bupati Merangin, Rabu (13/10/2021).

"Jadi abrasi yang terjadi di Desa Lubuk Bumbun itu tidak hanya mengikis lahan pertanian masyarakat, tapi juga kuburan-kuburan yang berada di bantaran Sungai Tabir itu, sudah banyak yang hanyut," ujar Bupati.

Ditegaskan Bupati, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perlu dicari langkah-langkah dan jalan keluar dalam penyelesaiannya, sehingga daratan di Desa Lubuk Bumbun bisa diselamatkan.

‘’Bila ini kita biarkan, tidak menutup kemungkinan nanti seluruh daratan Desa Lubuk Bumbun yang berada di kawasan sungai itu akan habis jadi dangkal. Aliran sungai sudah tidak jelas lagi, karena berpindah-pindah akibat pendangkalan," terang Bupati.

Diakui Bupati, maraknya aktivitas PETI di desa itu nyaris tak terbendung. Untuk  itu sinergitas penting dilakukan, guna bersama-sama bergerak menyalamatkan Bumi Tali Undang Tambang Teliti Kabupaten Merangin dari PETI.

Sudah berbagai kali jelas bupati, dilakukan penertiban para pelaku PETI, tapi dampaknya terjadi gesekan dengan masyarakat.

"Kita tidak ingin gesekan itu terjadi lagi. Masak Pemerintah ribut dengan rakyatnya," jelas Bupati.

Mashuri memberi solusi untuk menyetop suplay bahan bakar minyak ke lokasi PETI. Selain itu mengintai para cukong PETI yang masuk, lalu menangkapnya karena terjadinya Abrasi ini karena peran para cukong tersebut.

Terpisah Ketua DPR Merangin H Herman Effendi mengatakan, Pemkab Merangin masih memberi waktu kepada para pelaku PETI, agar sadar dan tidak lagi ‘bermain’ PETI. Jika tidak juga digubris, baru dilakukan penertiban besar-besaran.

"Para cukong PETI itu masuk ke Merangin lewat jalan tikus, ini yang perlu dicegat. Mari kita bersama secara beransur memberantas pelaku PETI, demi tanah air kita tercinta Kabupaten Merangin," ujar Herman Effendi. (*) 

Penulis : Redaksi - Editor : Riky Serampas