Pasca Penangkapan Harimau, BKSDA Himbau Warga Renah Pembarap Belum Beraktivitas di Kebun

Pasca penangkapan harimau, BKSDA himbau warga Renah Pembarap belum beraktivitas di kebun

Pariwarajambi.com - Meski harimau sudah ditangkap tim gabungan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNKS, KPHP Merangin, Kepolisian, dan TNI sekira pukul 15.00 WIB di wilayah Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Sabtu (16/10/2021) kemaren.

Namun, BKSDA menghimbau agar warga Renah Pembarap untuk tidak beraktivitas di kebun hingga situasi benar-benar kondusif.

Kepala KSDA Merangin, Udin Ikhwaludin mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan, kamera trap dan jerat harimau masih dipasang di wilayah Renah Pembarap.

"Kita masih melakukan pemantauan. Kita himbau warga jangan beraktivitas di kebun dulu, sampai situasi benar-benar kondusif," kata Kepala KSDA Merangin, Udin Ikhwaludin, Minggu (17/10/2021).

"Kamera trap masih kita pasang untuk melakukan pemantauan situasi di lapangan masih ada atau tidak harimau lain di sekitar Renah Pembarap," tambah Udin lagi.

Terkait itu, dikatakan Udin pihaknya akan terus turun ke lokasi dan menyampaikan kemasyarakat untuk belum beraktivitas di kebun, khususnya untuk masyarakat Marus Jaya, Guguk dan Desa Air Batu.

"Kalau memang ingin beraktivitas jangan sendirian, tapi sebaiknya jangan dulu, tunggu situasi benar-benar kondusif. Kita juga masih melakukan pemantauan pasca penangkapan," sebutnya

Untuk memburu harimau yang meresahkan warga Renah Pembarap, tim gabungan BKSDA, TNKS, KPHP Merangin, Kepolisian dan TNI memasang perangkap dan kamera trap di wilayah Desa Air Batu, Desa Guguk, dan Desa Marus Jaya, Kecamatan Renah Pembarap. Setiap desa dipasang dua perangkap dan dua camera trap, jadi ada enam perangkap dan enam kamera trap yang dipasang.(*)

Penulis : Redaksi - Editor : Riky Serampas