Santri Keracunan Massal di Pamenang Merangin, Ini Kronologisnya

Puluhan santri di Pamenang keracunan dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan

Pariwarajambi.com - Puluhan santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Dusun Kemang Manis, Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin mengalami keracunan.

Karena itu puluhan santri Ponpes tersebut harus dilarikan ke puskemas Pamenang, Rabu (27/10/2021) sore untuk mendapatkan perawatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, Saidina Ali mengatakan ada sebanyak 62 santri mengalami keracunan dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

"62 orang santri yang mengalami keracunan dibawa ke puskesmas Pamenang sore kemaren. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan tidak lagi muntah dan mencret. Sampel makan yang dikonsumsi santri berupa nasi goreng, nasi uduk dan ayam gaprek, dan sampel muntahan pasien kita kirim ke Labkesda/BPOM," kata Saidina Ali, Kamis (28/10/2021).

Plt Kepala Dinkes turun memantau kondisi santri keracunan

Saidina Ali yang juga turun langsung memantau perawatan puluhan santri di Puskesmas Pamenang tadi malam, meceritakan kronologis hingga puluhan siswa tersebut mengalami keracunan.

Pada Selasa 26 Oktober 2021 santri Ponpes sekira 200 orang mengikuti perayaan Maulid Nabi sejak pukul 19.30 sampai 00.01 WIB. Selesai kegiatan panitia Maulid Nabi menyediakan konsumsi bagi para santri.

Lalu, Rabu kemaren sekira pukul 09.00 sampai pukul 13.00 WIB berlangsung vaksinasi yang diikuti 134 orang. Sekira pukul 16.00 WIB terjadi keracunan massal terhadap 62 orang santri dan dibawa ke Puskesmas Pamenang untuk mendapatkan perawatan medis.

"Hingga pagi ini masih ada yang dirawat, kondisinya sudah membaik, Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan tidak lagi muntah dan mencret. Rabu pagi kemaren itu masih ada santri sarapan dengan makanan sejenis yang disediakan panitia usai Maulid Nabi ," ujarnya.

"Itu santri yang mengalami keracunan 32 sudah divaksin dan 30 lainnya belum divaksin. Mereka mengalami gejala yang sama," sebut Saidina Ali lagi.(*)

Penulis : Redaksi - Editor : Riky Serampas