Harimau yang Ditangkap di Renah Pembarap Mati dalam Perawatan di Jambi

Harimau yang ditangkap di Renah Pembarap pertengahan Oktober lalu mati dalam perawatan di Jambi

Pariwarajambi.com - Harimau Sumatera yang ditangkap tim gabungan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNKS, KPHP Merangin, Kepolisian, dan TNI di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin pertengahan Oktober lalu, mati dalam perawatan di Jambi, Selasa (02/11/2021) kemaren.

Informasinya harimau betina tersebut mati di dalam kandang Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) Balai KSDA Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi.

Kasubag TU Balai KSDA Jambi, Teguh membenarkan matinya Harimau Sumatera yang ditangkap beberapa waktu lalu. Dia mengatakan  Harimau Sumatera tersebut diketahui mati oleh dokter yang merawat Harimau itu.

Iya benar, mati nya pagi tadi (Kamaren) sekitar jam 7. (Dimetahui) Ketika dokter yang merawat melakukan pengecekan rutin," kata Teguh seperti dikutif di media online Jambiseru.com.

Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), kondisi Harimau Sumatera yang tertangkap di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, memprihatinkan. Harimau tersebut terlihat kurus dan lemah.

Kepala KSDA Merangin, H Udin Ikhwanuddin, mengatakan Harimau Sumatera yang tertangkap tersebut berjenis kelamin betina. Dari pengamatan pihaknya, kondisinya memprihatinkan.

“Kondisi harimau betina itu kurus dan ada luka di tangan kanannya, dugaannya terkena jerat,” jelas Kepala KSDA Bangko itu, Minggu (17/10/2021).

Udin juga menjelaskan, Harimau Sumatera yang tertangkap tersebut memiliki panjang 1,8 meter. Sedangkan usianya diperkirakan antara 10 hingga 12 tahun.

Pasca tertangkap, pihak BKSDA langsung membawa Harimau tersebut ke Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) untuk dirawat sementara waktu. Nantinya, Harimau tersebut akan dikembalikan ke habitatnya.

“Setelah ditangkap, harimau itu dirawat di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) Balai KSDA di Mendalo, Muaro Jambi. Di TPS itu selain direhabilitasi, Harimau itu tetap dijaga insting liarnya sehingga diharapkan dapat dikembalikan ke habitat alamiahnya nanti,” kata Teguh, Kasubag TU Balai KSDA Jambi, Minggu (17/10/2021).

Dikatakan Teguh, harimau betina itu nanti akan diberikan makan dan vitamin, karena pada saat evakuasi tidak dilakukan pembiusan. Hal itu dikarenakan kondisinya yang lemah dan kurus.

“Karena kaki luka terkena jerat dan sudah beberapa waktu tidak mendapatkan makanan,” sebutnya.(*)

Editor Riky Serampas
Sumber Jambiseru.com