Mega Proyek Bendungan Merangin Rp 5,5 T, Siapkan Rp 430 M untuk Ganti Rugi Lahan

Aspan Kadis PUPR Merangin

Pariwarajambi.com - Mega proyek bendungan Merangin dengan rencana anggaran Rp 5,5 triliun yang lama tidak terdengar kabarnya, ternyata tahapannya terus berjalan.

Proyek membendung sungai batang Merangin tersebut saat ini sudah tahap studi Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) atau rencana lahan yang akan digarap.

Kepala Dinas PUPR Merangin, Aspan mengatakan finalisasi studi LARAP direncanakan selesai akhir November 2021 ini.

"Tahapannya saat ini memfinalisasi studi LARAP, juga mengambil lesensi dari komisi bendungan, juga sekaligus berjalan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL)," kata Aspan, Selasa (9/11/2021).

Dam yang lokasi pembangunannya di Desa Parit Ujung Tanjung, Kecamatan Renah Pembarap, dikatakan Aspan akan mengenangi area seluas 700 hektar yang meliputi Kecamatan Renah Pembarap, Sungai Manau dan Pangkalan Jambu.

"Genangan air sepanjang sungai Batang Merangin mulai dari Parit Ujung Tanjung hingga Birun di Pangkalan Jambu, sekitar 700 area yang terdampak genangan bendungan tersebut," katanya.

Tahun 2022 dikatakan Aspan mulai dilakukan pembebasan lahan yang kisaran anggarannya Rp 430 Miliar untuk ganti rugi.

"Ganti rugi lahan ini direncanakan selesai Maret 2022 perkiraan anggarannya Rp 430 M, April mulai dilakukan tender untuk pembangunan bendungan. Itu semua anggarannya dari APBN," ujarnya.

"Untuk setiap proses tahapannya Kabupaten, Kecamatan dan desa kita selalu dilibatkan. PU, LH, Bappeda, Kecamatan dan Desa kita selalu dilibatkan," sebut Aspan lagi.(*)

Penulis : Redaksi - Editor : Riky Serampas