Opini Musri Nauli: Catatan Kecil Provinsi Jambi

Musri Nauli

Hari ini, 6 Januari 2022, Rakyat Jambi sedang bersuka cita. Merayakan Lahirnya Provinsi Jambi. 

Prosesi panjang setelah ditetapkan menjadi Provinsi di Sumatera berdasarkan UU No. 61 Tahun 1958. Sebelumnya masih termasuk kedalam Gubernur Sumatera. 

Membicarakan Jambi memang tidak dapat dipisahkan dari berbagai pendekatan. Baik pendekatan arkeologi, antropologi, sejarah, budaya dan Sosial. 

Tentu saja berbagai catatan mengenai Jambi sudah dituliskan para Ahli dari berbagai pendekatan disiplin ilmu. Dan tentu saja catatan ini dapat dihimpun dari berbagai karya ilmiah seperti Disertasi, Tesis, Skripsi, jurnal, laporan bahkan opini. 

Dari ranah ini mungkin tidak akan membahasnya lagi. 

Namun di momentum lahirnya Provinsi Jambi sekaligus merayakan hari Jadi Provinsi Jambi, Sudah saatnya kita menatap dan memikirkan. Bagaimana Provinsi Jambi menarik perhatian nasional dan internasional. 

Sebagaimana telah dijelaskan didalam Visi-Misi Jambi mantap, daya dukung Provinsi Jambi selain dilimpahkan sumber daya alam yang lengkap, kekayaan yang harus dilestarikan, juga berkonsentrasi memikirkan dari sisi yang lain. 

Sisi yang akan menjadi Provinsi Jambi sebagai magnet dan menjadi Kajian dari berbagai disiplin ilmu. 

Meminjam istilah seorang teman, “hanya Jambi yang memiliki lanskap yang paling lengkap dari pendekatan arkeologi”. 

Istilah temanku menggambarkan. Bagaimana Provinsi Jambi memiliki jejak arkeologi dari zaman Megalitikum yang ditandai dengan jejak arkeologi seperti Menhir (Di Merangin dan Kerinci) hingga jejak Islam yang termodern. 

Bagaimana Seluruh jejak peninggalan masih terawat. Sekaligus menjadi “kompas” untuk melihat perjalanan manusia di Indonesia. 

Disisi lain, berbagai Kajian membuktikan. Berbagai tarekat yang ada di dunia, relatif masih ditemukan di berbagai pelosok Provinsi Jambi. Memerlukan waktu yang panjang untuk merangkaikan Seluruh jejak tarekat sebagai bukti kebesaran Jambi sebagai “pusat islam” di Nusantara. 

Selain itu, Sudah saatnya Jambi mulai memikirkan sebagai kajian Melayu Nusantara. 

Berbagai jejak Sebelum masuknya agama-agama besar dunia masih relatif masih terjaga ditengah masyarakat. 

Begitu juga berbagai ujaran maupun seloko yang sering disampaikan didalam berbagai peristiwa adat membuktikan bagaimana pengetahuan masih melekat di Tengah masyarakat. 

Ditengah kegembiraan rakyat Jambi merayakan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi, sudah saatnya kita berkonsentrasi membawa Provinsi Jambi menjadi “perhatian dunia”. 

Baik dari pendekatan arkeologi, sejarah Islam dan Kajian Melayu Nusantara. Provinsi Jambi memiliki jejak dan pengetahuan yang masih dirawat dengan baik. 

Memasuki tahun 2022, sudah saatnya pula Jambi akan menjadi “magnet” yang menarik perhatian dunia. 

Kesempatan besar ini harus diwujudkan dibawah kepemimpinan Al Haris-Sani. 

Dirgahayu, Provinsi Jambi. Semoga semakin berkibar.