Ada di 10 Malam Terakhir: Ini Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Pariwarajambi.com – Ada satu malam di bulan Ramadan yang sangat dinantikan oleh umat muslim, yaitu malam lailatul qadar. Malam lailatul qadar terdapat keutamaan dan keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan malam yang lainnya.

Lailatul qadar adalah malam di mana ayat pertama dalam Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.

Tanda-tanda malam lailatul qadar dapat kita terka dari beberapa keterangan. Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa tidak ada yang tahu secara pasti kapan tepatnya peristiwa ini terjadi.

Malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Diyakini bahwa terjadinya malam lailatul qadar adalah pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Lebih tepatnya adalah saat malam-malam ganjil.

Keterangan di atas bersumber dari hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan umatnya mencari lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadan yang berbunyi,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR Bukhari).

Tanda-tanda alam. Tanda-tanda alam yang dimaksutkan adalah terkait petunjuk malam lailatul qadar adalah bersumber pada sebuah hadits dimana para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. Para sahabat sangat mendambakan malam lailatul qadar, kemudian mereka bertanya mengenai tanda-tandanya yang dapat dirasakan.

Hadits yang menerangkan ini yaitu,

فقد سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن علاملت ليلة القدر فقال هي ليلة بلجة اي مشرقة نيرة لاحارةولا باردة ولاسحاب فيها ولامطر ولاريح ولايرمى فيها بنجم ولاتطلع الشمس صبيحتها مشعشة

Artinya: “Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai tanda-tanda lailatul qadar, maka beliau bersabda: ‘Yaitu malam yang terang dan bercahaya, udaranya tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung dan tidak ada hujan, tidak ada gerak angin dan tidak ada bintang yang dilempar. Paginya matahari terbit dengan terang tapi tidak terlalu terik memancar.’” (HR. Ahmad)

Dengan mengetahui tanda-tanda malam lailatul qadar di atas maka sehendaknya kita harus bersiap dalam menyambut masa tersebut.

Yang perlu diingat adalah tidak sembarang orang berhak dan bisa meraih lailatul qadar. Ada orang-orang terpilih yang memperoleh hadiah istimewa itu.

Orang-orang itu adalah yang telah bersungguh-sungguh menyucikan jiwanya. Karena lailatul qadar hanya bersedia menemui orang-orang yang jiwanya suci.

Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW memprediksi datangnya lailatul qadar adalah di sepuluh malam terakhir Ramadan. Hal ini lantaran Rasulullah SAW mengharapkan jiwa manusia yang berpuasa selama 20 hari sebelumnya telah mencapai dan meningkat dalam kesadaran dan kesuciannya. Wallahualam.

Komentar