Gubernur Jambi di kancah Internasional

Opini Musri Nauli

Mendapatkan kabar Al Haris sebagai Gubernur Jambi menghadiri dan menjadi pembicara Talkshow Indonesia Pavilion – FOLU NET SINK 2030 – From Indonesia for Better Global di forum internasional COP di Dubai adalah bukti Pemerintah Provinsi Jambi dilirik. Dan menjadi perhatian internasional.

Setelah berbagai pertemuan nasional, menjadi pembicaraan di tingkat nasional baik kedatangan Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove dan Duta besar Norwegia yang melihat kemampuan Provinsi Jambi melewati “badai” el nino namun tidak terjadi kebakaran membuat decak kagum. Sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jambi.

Tidak tanggung-tanggung. Menteri LHK memberikan slogan “Jambi adalah provinsi percontohan” didalam menanggulangi kebakaran. Sedangkan Kepala BRGM memberikan apresiasi atas upaya serius Pemerintah Jambi didalam merehabilitasi gambut sehingga tidak terjadi kebakaran.

Sehingga tidak salah kemudian Pemerintah Provinsi Jambi menjadi daya tarik internasional.

Didalam paparannya dalam rangka pencapaian Aksi Mitigasi Folu Net Sink 2030, Pemerintah Provinsi Jambi telah bekerja dengan capaian Pencegahan Deforestasi Lahan Mineral seluas 26.974 ha, Pencegahan Deforestasi Lahan Gambut seluas 71.542 ha, Pembangunan Hutan Tanaman seluas 2.463 ha, Penerapan Pengayaan Hutan Alam seluas 15.044 ha, Peningkatan Cadangran Karbon Dengan Rotasi seluas 143.344 ha, Peningkatan Cadangran Karbon Tanpa Rotasi seluas 148.829 ha, Pengelolaan Tata Air Gambut seluas 121.751 ha, Restorasi Gambut seluas 104.393 ha, Perlindungan Areal Konservasi Tinggi seluas 357.138 ha.

Upaya serius baik menghadapi ancaman kebakaran yang tidak terjadi lagi dan kemudian Provinsi Jambi adalah salah satu Provinsi yang paling siap memenuhi target nasional didalam program FOLU NET SINK 2030, salah satu program unggulan KLHK yang kemudian Provinsi Jambi menjadi pembicaraan internasional.

Teringat 3 tahun yang lalu. Pertengahan akhir  tahun. Saat sudah dilaksanakan Pemilukada tanggal 9 Desember 2020. Al haris dan Abdullah Sani yang kemudian ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi.

Walaupun adanya gugatan di MK, namun melihat optimisme, saya kemudian bergegas ke Bangko. Tempat kediaman Al haris yang Masih menjabat sebagai Bupati Merangin.

Disela-sela acara doa Selamatan, saya kemudian menyodorkan dokumen penting terhadap pekerjaan yang akan dilakukan. Dokumen yang sempat “mandeg” hampir 3 tahun. Tergeletak dan sama sekali tidak dikerjakan.

Dengan tegas, Al haris mengucapkan “siap dikerjakan”, sembari menawarkan makanan.

Setelah pelantikan Al haris dan Abdullah Sani sebagai Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi, saya kemudian berbisik. “Siap-siap kita running ke nasional dan internasional”.

Saya ingat persis. Pernyataan dan ucapan saya Masih dianggap angin lalu. Maklum suasana pelantikan begitu terasa.

Selama 2 tahun lebih, para OPD dan tim-tim yang mendukung program Bio Carbon Fund berjibaku. Menyiapkan berbagai capaian pekerjaan. Sekaligus mempersiapkan dokumen didalam melakukan proses capaian untuk memenuhi target yang telah disusun.

Ketika COP tahun 2021 di Inggeris, undangan yang kemudian mampir ke meja Al Haris kemudian tidak bisa dihadiri. Selain beban Pekerjaan menghadapi Pandemi, juga konsentrasi Al haris yang harus mengejar capaian visi-misi Jambi mantap.

Begitu juga tahun 2022 ketika COP di Mesir . Berbagai administrasi yang telah “beres” ternyata Al haris tidak menghadiri. Selain “harus jaga gawang” disebabkan angka inflasi tinggi, Al Haris tidak berani meninggalkan Jambi.

Pepatah bijak kemudian sering kita dengar. Setiap hasil tidak pernah mengkhianati proses. Akhirnya ketika Jambi berhasil melewati krisis baik ancaman pandemi, kebakaran 2023, Al haris kemudian memenuhi undangan. Menjadi pembicara penting dan menjadi sorotan internasional.

Dan pengakuan itu bukan main-main. Jambi kemudian menjadi perhatian dan mendapatkan dukungan internasional.

Sebuah pencapaian dari proses panjang Al haris sebagai Gubernur Jambi.

Selamat, Pak Gub.

Komentar