Tausiah Ramadhan: Berpuasa tapi Bangkrut

MENJAGA lisan adalah salah satu akhlak yang baik dan menjadi hal yang perlu untuk dibiasakan agar lisan tidak menjadi pisau yang dapat melukai orang lain dan diri sendiri.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merangin, Dr KH M Joni Musa Lc MA mengingatkan pentingnya menjaga lisan agar ibadah yang dilakukan bernilai disisi Allah SWT dan tidak menjadi orang yang bangkrut di hari kiamat kelak.

Baca juga: Tausiah Ramadhan: Hal Menyebabkan Hati Berkarat, Sehingga Malas Beribadah Kepada Allah SWT

Mengutip perkataan Umar bin Abdul Aziz

“Qoimul laili wa shoimunnahari, in lam yahfadz lisanahu aflasa yaumal qiyamah”

“Orang yang melaksanakan sholat dimalam hari berpuasa disiang hari jika ia tidak bisa menahan atau menjaga lidahnya daripada menyakiti orang lain, maka ia akan bangkrut di hari kiamat kelak,”.

“Artinya sholat malam, puasa yang dia lakukan, tidak diterima oleh Allah atau tidak bernilai disisi Allah SWT karena lidahnya selalu menyakiti orang lain atau berkata tidak pantas menurut agama kita,” kata pengasuh pondok pesantren At-Tafaqquh Fidin ini.(*)

Komentar