“Ini harus seimbang, pemerintah berharap pengendara itu aman tidak ada kemacetan, tidak ada kecelakaan sehingga lancar arus itu. Kedua teman sopir dan pemilik kendaraan bisa hidup dari situ. Ini yang coba kita cari solusi terbaik,” tambahnya lagi.
Al Haris melanjutkan ada poin-poin yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan angkutan batubara, mulai dari pemasangan rambu-rambu, pembatasan kecepatan angkutan, pembatasan tonase, pos terpadu, pengaturan kantong, pembuatan jalan khusus batubara hingga regulasi terkait angkutan batubara.
Baca juga: Menguak Misteri Rumah Hitam (Penghuni Rumah Hitam)
“Ada poin-poin yang akan kita lakukan kedepan ada rambu-rambu yang akan kita pasang, batas kecepatan, pos terpadu kita siapkan juga agar petugas yang bekerja mulai dari TNI, Polri, Dishub dan Pol PP bisa nyaman disitu. Kantong Parkir Batanghari kita siapkan, termasuk uji kelayakan kendaraan,” ujarnya.
“Kita harap kedepan ada budaya malu dari teman sopir yang punya kendaraan, termasuk juga asal angkutan dari PT mana, kalau tidak tidak ada budaya malu seperti apa pun kita buat aturan tetap ada yang melanggar,” sebutnya.(*)
Penulis : Redaksi – Editor : Riky Serampas












