Opini Musri Nauli: Provinsi Inovatif

Provinsi Inovatif

Menjelang akhir tahun, Al Haris sebagai Gubernur Jambi mendapatkan penghargaan Innovative Government Award (IGA) dengan Provinsi Sangat Innovative Tahun 2021.

Penerimaan penghargaan ini diserahkan Menteri Dalam Negeri kepada Al Haris sebagai Gubernur Jambi. 

Bersama-sama dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Banten, Provinsi Jambi langsung diterima Al Haris dari Menteri Dalam Negeri. 

Banyak yang mempertanyakan bagaimana kategori ini diberikan. 

Kategori penghargaan Innovative Government Award (IGA) dengan Provinsi Sangat Innovative Tahun 2021 tidak semata-mata dilakukan penilaian dari Kemendagri. Tapi juga dari pihak lain diluar dari instansi Pemerintah. Seperti Kemitraan (Partnership). 

Penilaian yang dilakukan tidak hanya dari Kementerian Dalam Negeri dan juga melibatkan 
Kemitraan (Partnership) membuktikan, kategori penghargaan Innovative Government Award (IGA) dilakukan agar penghargaan diberikan dapat obyektif dan komprehensif. 

Bulan November yang lalu, dalam kesempatan yang terpisah, saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Jakarta. Bertemu dengan berbagai jaringan. 

Teringat beberapa waktu yang lalu, setelah Pilgub Jambi 2020, setelah kemenangan diraih Al Haris-Sani sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Jambi, pikiran saya kemudian melayang. Sudah saatnya, Al Haris harus menjadi pemain nasional. Dan diperhitungkan dan menjadi pembicaraan nasional.

Meminjam istilah teman di Jakarta, dengan segala potensi yang ada di Jambi, kerja keras Gubernur Jambi yang masih muda, kaya gagasan dan kerja gesit, maka Jambi akan menarik perhatian nasional.

Secara bergurau saya kemudian menyampaikan, “kita akan running ke tingkat nasional dan internasional”.

Pelan-pelan tapi pasti, kerja keras Al haris sebagai Gubernur Jambi mulai menunjukkan titik terang.

Percepatan program Pembangunan rendah emisi melalui Bio Carbon yang didukung oleh Bank Dunia kemudian menampakkan hasil. Dukungan pendanaan yang kemudian telah dimasukkan kedalam APBD mulai “running” tahun 2022. Setelah sempat macet selama 2 tahun lebih menumpuk. 

Dana ini mampu membiayai kegiatan di berbagai instansi Pemerintah Provinsi Jambi.

Ibarat tabir awan gelap yang selama ini menenggelamkan Jambi yang tersita akibat kasus OTT KPK, pelan-pelan tabir dan mentari mulai menampakkan cahayanya. Mulai menyinari Bumi Jambi. 

Memasuki akhir tahun, alam sudah menunjukkan kesukacitaannya. Berbagai tempat di daerah di Jambi seperti Bungo, Bangko, Sarolangun, berbagai photo dari netizen yang sedang menyantap durian. Buah khas dari alam tropis. 

Teringat dengan kata-kata orang Bijak dan leluhur Jambi. 
“Alamnya Tenang. 
Airnyo jinak.
Ke aek cemeti keno. Ke darat durian gugur.

Semoga semangat yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Jambi yang dipimpin oleh Al Haris-Sani direstui oleh alam. 

Dan doa senantiasa kita panjatkan. Agar alam Jambi “Masyarakat makmur. Adil Sejahtera”. Yang sering juga disampaikan oleh Pepatah Jawa “Gemah Ripah. Loh Jinawi. Tata Tentram. Kerto Raharjo”..