oleh

Warga Kerinci Hilang Saat Mancing di Sungai Batang Merangin

Pariwarajambi.com – Warga Kecamatan Gunungraya, Kabupaten Kerinci dikabarkan hilang saat mancing di Sungai Batang Merangin, Sabtu (19/02/2022).

Warga tersebut bernama Fitriadi (38) warga Airmumu, Kecamatan Gunungraya. Ia dikabarkan hilang saat mancing bersama empat rekannya di Sungai Batang Merangin, Desa Muarahemat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci.

Baca juga: Ribuan Orang Rela Antrian untuk Dapatkan Minyak Goreng Rp 14.000 per liter. Cek Foto-fotonya

Informasinya, Fitriadi berangkat dari rumah pada Sabtu 19 Februari 2022 bersama 4 orang temanya. Namun hingga Minggu 20 Februari 2022 Fitriadi tidak kunjung pulang.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, Darifus membenarkan adanya laporan dari masyarakat dimana salah seorang warga Desa Airmumu, Kecamatan Gunung Raya, hilang saat mancing di Muarahemat.

Baca juga: Tak Hanya Emak-emak, Bapak-bapak Juga Rela Antrian Minyak Goreng Rp 14.00

“Kita sudah melaporkan ke Bupati Kerinci dan tim bersama Basarnas sudah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian,” kata Darifus, Selasa (22/2).

Sementara itu, Senin (21/2/2022) hingga sore tim dari BPBD, Basarnas dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap Fitriadi yang hilang saat pergi memancing bersama rekannya. Termasuk menyisiri Sungai Batang Merangin Desa Muaraimat. Bahkan regu pencari juga menyelam ke sungai lantaran menemukan sepatu bots milik Fitriadi.

Baca juga: Demi Minyak Goreng Rp 14.000 Warga di Merangin Rela Ikut Antrian Panjang

Koordinataor Basarnas Wilayah Kerinci, Ujang Susani mengatakan bahwa tim masih mencari Fitriadi yagn diduga hanyut tenggelam.

“Kita melakukan pencarian dengan menyisir sungai dengan berjalan kaki, karena kondisi arus yang sangat deras pada jarak 50 meter pencarian, tim menemukan sepatu bots korban di bawah batu,” sebutnya.

Baca juga: Warga Temukan Mayat di Depan Ramayana Jambi

Sementara itu, Camat Gunungraya, A Yani menjelaskan bahwa dirinya bersama kepala Desa dan masyarakat ikut melakukan pencarian, namun belum berhasil ditemukan.

“Tim hanya menemukan sepatu yang diduga milik korban di dalam Sungai, karena di sepatu itu ada tanda cat, seperti sepatunya yang lain,” katanya.(*)

Editor Riky Serampas

Komentar