Pariwarajambi.com – Fakta nikotin yang disebut berbahaya bagi kesehatan. Nikotin sering dianggap sebagai penyebab utama munculnya berbagai masalah kesehatan karena berkaitan dengan kebiasaan merokok.
Opini tersebut berkembang luas. Akibatnya, penggunaan produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, maupun kantung tembakau, seringkali disamakan memiliki risiko yang sama dengan rokok karena mengandung nikotin.
Padahal, berdasarkan hasil kajian ilmiah produk tersebut memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok.
Berikut 5 fakta nikotin yang dikutip dari Antara.
1. Nikotin bukan sumber masalah
Nikotin sesungguhnya adalah alkaloid tanaman, artinya itu adalah bahan kimia alami yang mengandung nitrogen. Ini juga merupakan stimulan yang sangat adiktif. Nikotin paling terkenal karena penggunaannya dalam rokok dan produk tembakau, tetapi memiliki beberapa kegunaan lain.
Meskipun nikotin sebagian besar ditemukan pada tanaman tembakau, nikotin juga terdapat pada tanaman tomat, terong, kentang, dan paprika hijau. Dan meskipun mereka semua termasuk dalam keluarga nightshade, jumlah nikotin dalam tanaman lain ini jauh lebih rendah daripada di tanaman tembakau.
Mengutip dari laman resmi Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyebutkan nikotin tidak menyebabkan kanker. Namun bahan kimia beracun lainnya dalam rokok seperti TAR dan karbon monoksida atau residu asap yang justru merusak kesehatan.
“Orang mengonsumsi rokok, tetapi mati karena asap rokok,” kata Manajer Riset di Consumer Choice Center, Maria Chaplia, seperti dikutip dari indiatimes.com, Selasa (7/3).
Dosen Departemen Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dan ahli toksikologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Shoim Hidayat menjelaskan, TAR merupakan residu yang dihasilkan dari proses pembakaran saat merokok.
Proses pembakaran tersebut terjadi di suhu lebih dari 600 derajat Celcius. Saat asap rokok dihirup, TAR akan terpapar ke bagian dalam paru-paru.
“Kenapa bisa sakit kanker, jantung, dan paru-paru, salah satunya karena terpapar bahan-bahan toksik seperti TAR, senyawa karbon monoksida dan senyawa berpotensi bahaya lainnya. Jadi bukan nikotin yang menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan akibat merokok,” ungkap dia pada Selasa.






