Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah, tiada kisah paling indah, kisah-kasih di sekolah. Sedikit bait lagu Chrisye “kisah kasih di sekolah” ini kembali mengingatkan masa putih abu-abu yang sudah belasan tahun terlewati.
Malam ini, Minggu 24 April 2022 keseruan masa-masa itu kembali mengitari memori penulis dan mungkin juga kawan-kawan alumni 2006 SMAN 1 Bangko lainnya.
Ya, malam ini kita ngumpul lagi diagenda tahunan bertajuk Buka bersama (Bukber) Alumni 06. Mungkin tak ada yang menarik dari kata buka bersama, yang sudah bisa ditebak kegiatannya ngumpul dan buka puasa, lalu foto bareng dan selesai.
Bagi penulis ini bukan acara ngumpul biasa, bukan sekadar buka puasa bersama, atau sekadar meluangkan waktu dengan kawan-kawan putih abu-abu ku dulu (atau hanya sekadar menghabiskan waktu cuma-cuma).
Tapi lebih dari itu, momen langka yang bisa terwujud hanya sesekali, karena agenda bersama ini tidak setiap tahun terwujud karena sempat vakum beberapa tahun.
Ya, momen langka ngumpul bareng untuk silaturahmi teman satu angkatan ini yang luar biasa. Kata “Silaturahmi” inilah yang sangat bermakna bagi penulis. Dan penulis hadir malam ini semata-mata untuk menyambung silaturahmi. Rezeki tidak hanya bermakna materi, tapi juga teman-teman yang selalu menjaga silaturahmi. Teman-teman adalah rezekiku.
Kembali ke silaturahmi luar biasa malam ini, alhamdullah cukup banyak teman-teman yang sempat hadir. Penulis sangat tahu, 200 san teman-teman alumni SMANSA 06 pasti ingin juga hadir, namun karena jarak dan kesibukan masing-masing membuat belum dapat hadir kali ini.
Seperti yang diutarakan ketua Alumni 06, Reza Masruri bahwa sangat banyak kawan-kawan yang ingin hadir, tapi karena berbagai faktor membuat tidak dapat hadir dalam kesempatan ini.
“Juga karena kawan-kawan berdomisi diluar kota Bangko, karena kerja belum libur dan sebagainya. Tapi saya yakin teman-teman semuanya tetap hadir dengan doa dan tentu berharap kita semua selalu dalam lindungan Tuhan yang maha esa,” katanya dalam sambutan.
Sebelum berbuka puasa kita yang hadir juga meluangkan waktu Tahlil untuk beberapa teman putih abu-abu yang sudah mendahului kami.
Ngumpul bareng malam ini, sederhana tapi cukup seru. Teman-teman panitia kembali mengantarkan kita ke masa putih abu-abu dengan pertanyaan-pertanyaan seru berhadiah.
Seperti siapa nama guru BK, siapa guru MTK, apa warna busana muslim dan baju olahraga, siapa teman alumni kita yang pernah jadi ketua OSIS, apa kepanjangan OSIS dan banyak pertanyaan lainnya yang mengantarkan kita untuk kembali ke masa itu.
Tak lupa diujung acara, setelah foto bersama, kita tik-tokan bareng. Ha.. ha
“Semoga ditahun-tahun berikutnya kita makin rame lagi. Yakinlah kita ngumpul tidak berbicara terkait status apa pun, tapi murni karena untuk bersilaturahmi,” kata Ririn.
Salam kompak untuk kita alumni SMANSA 06, salam silaturahmi, salam teman untuk selamanya.(*)






