Pariwarajambi.com – Anak mantan Bupati Tanjab Barat Usman Ermulan, Mohd Rheza Fahlevi (32) melaporkan pekerja proyek PDAM Tirta Mayang Kota Jambi ke Polresta Jambi.
Hal ini, karena anak mantan Bupati Tanjab Barat tersebut mendapat ancaman penggunaan alat bor pemecah beton gara-gara tak terima ditegur.
Kejadian tersebut terjadi sekitar jam 8 pagi, Sabtu (9/7), di depan rumahnya di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi.
Reza secara baik-baik menegur pekerja yang menggali pipa di depan rumahnya di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi.
“Sebelumnya saya sudah bilang, kerjakan dulu sisi kanan dan kirinya. Setelah itu baru paritnya dikerjakan, biar keluar masuk rumah lancar. Kok tiba-tiba sudah hancur, mereka tidak mengindahkan, awalnya sudah saya sampaikan,” kata Rheza, Minggu (10 /7/2022).
Tidak terima dengan teguran itu, pekerja yang belum diketahui namanya tersebut justru menjawab dengan arogan dan mengancam Rheza dengan alat bor pemecah beton.
Seyogianya, pihak rekanan melapor akan adanya aktivitas pekerjaan di depan rumah tersebut.
“Tidak ada sama sekali etika mereka, seharusnya mereka mengizinkan dulu menghancurkannya. Kita tidak boleh melarang, tapi melakukannya terlebih dahulu dan masuk ke kirinya terlebih dahulu,” katanya.
Akibat pengancaman ini, Rheza langsung melaporkan ke Mapolresta Jambi. Dalam laporan, sempat terjadi cekcok mulut antara pekerja proyek dan Rheza. Meski laporan telah diterima, hingga sekarang para pelaku belum juga tertangkap.(*)
Riky Serampas







