Pariwarajambi.com – Dosen dan mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi gelar pengabdian kepada masyarakat (PKM) di SMAN 2 Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).
PKM yang berlangsung pada Senin (24/10/22) ini merupakan kegiatan pendampingan dalam transformasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa Prodi Kimia FST UIN STS Jambi kepada masyarakat luas.
Materi pengabdian yang disampaikan adalah pembuatan Handsoap Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) yang dipandu langsung oleh dosen dan mahasiswa Prodi Kimia. Sebagai sasaran pengabdian adalah siswa-siswi kelas XII IPA SMAN 2 Tanjung Jabung Barat.
Hadir pada kesempatan ini Wakil Dekan II FST UIN STS Jambi Malik, Ketua dan Dosen Prodi Kimia Jambi Badariah dan Intan Noviarni, perwakilan mahasiswa Prodi Kimia, Laila Antari, Kepala Sekolah Asmaida, dan Kepala Laboratorium IPA, Yuli Haryani.
Wakil Dekan II FST UIN Jambi, Malik mengatakan cukup banyak hasil penelitian para dosen di Fakultas Sains dan Teknologi. Agar luaran penelitian ini mempunyai nilai manfaat, maka perlu ditransformasi dan diadopsi oleh pihak lain.
“Walaupun FST UIN STS Jambi baru beberapa tahun ini berdiri, namun cukup banyak karya hasil penelitian para dosen dan mahasiswa yang telah dipublikasikan kepada masyarakat. Disamping sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagaimana amanah Pasal 20 ayat (2) UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PKM pendampingan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kebermanfaatan hasil penelitian tersebut sehingga dapat diadopsi oleh masyarakat luas,” ujar Malik.
Semebtara itu, Ketua Prodi Kimia Badariah pada kesempatan itu mengatakan Chemy Handsoap Kayu Manis merupakan produk bersama para dosen dan mahasiswa Prodi Kimia yang telah diteliti dan diuji lebih lanjut serta telah berhasil mendapatkan sertifikat HaKI.
“Chemy Handsoap Kayu Manis produksi Prodi Kimia ini telah diteliti melalui uji antimikroba, juga telah dipublikasi dalam jurnal nasional serta atas karya ini telah mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dari Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI pada tahun 2021 lalu,” untkapanya.
Badariah juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh, terutama kebersihan tangan karena wabah pandemi masih belum berakhir sehingga anjuran protokol kesehatan perlu terus dijalankan.
“Kita masih belum tahu pasti kapan wabah pandemi covid-19 ini akan berakhir, oleh karena itu protokol kesehatan mesti tetap kita jalankan. Disamping untuk menjaga kebersihan tangan, kehadiran Handsoap yang kita buat ini paling tidak sebagai upaya kita memanfaatkan tanaman lokal Jambi yaitu Kayu Manis sebagai bahan dasar sabun pencuci tangan,” jelasnya.
Kegiatan itu disambut baik pihak SMAN 2 Tanjabbar. Diungkapkan Kepala SMAN 2 Tanjung Jabung Barat Asmaida bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi siswa.
“Terima kasih atas kedatangan Tim Prodi Kimia dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di sekolah yang dipimpinnya. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas siswa,” katanya.
Asmaida menambahkan bahwa materi PKM yang disampaikan sangat sejalan dengan Pendidikan Wira Usaha di SMAN 2, dimana para siswa dibimbing dalam menumbuh-kembangkan jiwa entrepreneurship berdasarkan bakat, kemampuan dan keterampilan yang ada pada diri siswa.
“Pembuatan Handsoap Kayu Manis ini dapat terintegrasi dalam mata pelajaran Pendidikan Wira Usaha. Kiranya momen ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bakat, kemampuan dan keterampilan siswa. Pada kesempatan ini kami juga berharap kedepannya semoga tetap terjalin komunikasi dan kerjasama dalam kegiatan yang mengikut-sertakan siswa ini terus berlanjut terutama dalam transformasi dan adopsi teknologi lainnya,” katanya.(*)












