Pariwarajambi.com – Taksi terbang Ehang 216 S melakukan uji coba terbang dengan penumpang perdana di Indonesia. Segini harga perunitnya taksi terbang Ehang 216 S?
Artis Raffi Ahmad dan pengusaha Rudy Salim menjadi penumpang perdana uji coba kendaraan terbang tanpa pilot di Phantom Ground Park PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (256/2025) kemarin itu.
Executive Chairman dari Prestige Aviation, Rudy Salim yang merupakan perusahaan yang membawa dan menjual EHang 216 mengatakan sudah mengantongi izin demo flight dengan penumpang dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, yang merupakan salah satu direktorat di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Sebagai kendaraan tanpa awak kemudi, Ehang 216 dioperasikan melalui pusat komando dan kendali AAV (Autonomous Aerial Vehicle) yang berada di darat menggunakan jaringan 4G/5G sebagai saluran transmisi nirkabel berkecepatan tinggi untuk berkomunikasi dengan lancar dengan pusat komando dan kendali.
Ehang punya dimensi tinggi mencapai 1,77 meter dan lebar mencapai 5,61 meter bisa ditumpangi dua orang, atau mengangkut beban maksimal 220 kg.
Adapun jarak terbang dengan muatan maksimal mencapai 30 km. waktu terbang mencapai 18-25 menit, serta kecepatan maksimal mencapai 130 km/jam. EHang 216-S ditenagai oleh tenaga listrik, dilengkapi dengan 16 baling-baling dan motor.
Ehang 216 S telah mendapat sertifikasi untuk mengangkut penumpang pertama di dunia. Sertifikat Tipe itu dikeluarkan secara resmi oleh Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok (Civil Aviation Administration of China/ CAAC).
Rudy Salim, Executive Chairman dari Prestige Aviation menyebut harga dari EHang ini tergantung dengan nilai tukar dollar. Harganya bisa tembus Rp 8,6 miliaran (kurs 1 US Dollar = Rp 16.283).
“Sebenarnya 535 ribu USD, sudah termasuk pajak kurang lebih. Karena di Indonesia pajaknya berbeda dengan negara lain, ada PIB, PPh, PPN, PPNBM,” kata Rudy Salim di Phantom Ground Park PIK 2, Kab. Tangerang, Banten, Rabu (25/6/2025).
“Kalau negara asalnya sekian, di sini berbeda. Sama seperti mobil Ferrari, kemapa di luar harganya Rp 1 M di Indonesia Rp 3 M kali 3 karena kena PPNBM 190 persen, PIB 50 persen, PPH 11 persen, dan sebagainya. Jadi ini yang membedakan dengan negara luar,” jelas Rudy.(*)






