Pariwarajambi.com – PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan signifikan arus lalu lintas di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama libur panjang Perayaan Isra Mi’raj 2026. Sepanjang periode 15–19 Januari 2026, sebanyak 594.032 kendaraan melintasi ruas tol yang telah beroperasi, atau meningkat 25,78 persen dibandingkan volume lalu lintas (VLL) normal.
Lonjakan tertinggi terjadi pada Minggu (18/01/2026) dengan total 134.191 kendaraan, naik 27,31 persen dari kondisi normal. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan peningkatan ini dipicu oleh arus balik masyarakat serta pergerakan wisata pada akhir masa libur panjang.
“Pada hari terakhir libur, masyarakat tidak hanya kembali ke pusat-pusat aktivitas, tetapi juga memanfaatkan waktu untuk perjalanan antarkota dan wisata keluarga, sehingga volume kendaraan meningkat cukup tajam,” ujar Mardiansyah.
Dari sisi volume trafik, Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (Seksi 1–4/Kuala Tanjung–Pematang Siantar) menjadi ruas terpadat dengan total 130.298 kendaraan. Tingginya pergerakan ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat di koridor Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Pematang Siantar, serta konektivitas menuju kawasan permukiman dan destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara. Jalan tol menjadi pilihan utama karena dinilai lebih efisien, aman, dan nyaman.
Sementara itu, dari sisi persentase pertumbuhan, Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum–Baitussalam) mencatat kenaikan tertinggi dengan lonjakan mencapai 67,78 persen dibandingkan trafik normal. Selain aktivitas masyarakat menuju Banda Aceh dan sekitarnya, peningkatan ini juga dipengaruhi oleh mobilitas layanan, termasuk akses ke wilayah terdampak bencana guna mendukung distribusi bantuan dan logistik.
Hutama Karya menilai kelancaran layanan selama libur panjang ini tidak terlepas dari langkah antisipatif yang dilakukan, mulai dari kesiapan operasional ruas tol, penguatan fasilitas dan layanan di rest area, penambahan petugas siaga, hingga koordinasi intensif dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan. Informasi kondisi lalu lintas juga disampaikan secara real-time melalui Variable Message Sign (VMS) dan kanal informasi resmi perusahaan.
“Pelaksanaan ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran mendatang, khususnya dalam memastikan kecukupan personel, kecepatan respons penanganan gangguan, serta efektivitas penyampaian informasi kepada pengguna jalan,” tutup Mardiansyah.
(*)









