Pariwarajambi.com – Pencak Silat Militer (PSM) resmi dikukuhkan di Provinsi Jambi untuk masa bakti 2026–2030. Pengukuhan tingkat Pengprov, Pengcab hingga ranting tersebut digelar di Lapangan Korem 042/Garuda Putih oleh Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, Rabu (20/05/2026) siang, dan dihadiri langsung Gubernur Jambi, Al Haris.
Pada momen itu, Gubernur Al Haris mengatakan PSM sebagai bagian resmi dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menjadi langkah penting dalam pembinaan atlet pencak silat di Jambi.
Menurutnya, dengan adanya kelembagaan yang jelas, pemerintah dapat lebih mudah mendorong berbagai kegiatan pembinaan maupun kompetisi untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Karena sudah ada kelembagaannya dan resmi menjadi anggota IPSI, tentu akan kita fasilitasi dengan berbagai event dan kejuaraan. Bisa nanti Piala Pangdam, Piala Gubernur, atau kejuaraan lainnya,” ujar Al Haris.
Ia menilai keberadaan PSM akan menjadi kekuatan baru dalam pengembangan olahraga pencak silat di Provinsi Jambi. Tidak hanya melatih kemampuan bela diri, anggota PSM juga diharapkan mampu berprestasi di tingkat daerah hingga internasional.
Selain itu, Al Haris menyebut pencak silat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan mental yang kuat.
Sementara itu, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, mengatakan pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga warisan budaya bangsa yang mengandung nilai kehormatan, keberanian, dan pengendalian diri.
Menurut Pangdam, pencak silat militer menjadi kemampuan wajib bagi prajurit karena mampu membentuk fisik, mental disiplin, serta naluri tempur.
“PSM tidak hanya memperkuat kemampuan prajurit, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya bangsa yang telah mengakar di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ketua Umum PSM, Andri Amijaya Kusumah, turut mengapresiasi dukungan Pangdam dan seluruh jajaran dalam pembentukan kepengurusan PSM hingga tingkat ranting di wilayah Jambi.
Ia menjelaskan, PSM lahir dari gagasan Kepala Staf Angkatan Darat sebagai bentuk kecintaan TNI AD terhadap pencak silat sekaligus upaya melestarikan budaya bangsa agar semakin dikenal dunia.
Andri berharap pengukuhan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI, Pemerintah Provinsi Jambi, IPSI, dan seluruh pihak terkait dalam membina atlet serta menjaga eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jambi, Pencak Silat Militer diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet tangguh sekaligus memperkuat karakter generasi bangsa melalui olahraga dan budaya.(*)







