Pariwarajambi.com — Komitmen menjaga dan melestarikan budaya Melayu terus dilakukan Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi melalui penilaian Kelompok Belajar Adat tingkat Provinsi Jambi. Kegiatan ini menjadi bentuk pembinaan sekaligus apresiasi bagi kelompok adat yang aktif mempertahankan nilai budaya di tengah masyarakat.
Tahun ini, Sanggar Adat dan Seni Serumpun Melayu Kabupaten Merangin kembali mendapat kunjungan Tim Penilai LAM Provinsi Jambi. Sanggar tersebut sebelumnya berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II tingkat Provinsi Jambi.
Kedatangan tim penilai yang dipimpin Datuk Hasan Basri Jamik bersama dua anggota tim lainnya disambut hangat oleh pengurus sanggar, tokoh masyarakat, anggota sanggar, hingga tamu undangan yang hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Sanggar Adat dan Seni Serumpun Melayu Merangin di lorong Serumpun Dusun Bangko, Senin (25/05/2026) tadi malam.
Dalam sambutannya, Datuk Hasan Basri Jamik menjelaskan bahwa penilaian kali ini merupakan lanjutan dari program pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya. Menurutnya, ada sejumlah aspek penting yang menjadi perhatian dalam penilaian, mulai dari administrasi kelompok, program kegiatan, pembinaan masyarakat, hingga perkembangan kelompok belajar adat dalam melestarikan budaya Melayu.
“Penilaian ini bukan hanya melihat administrasi, tetapi juga bagaimana kelompok belajar adat aktif melakukan pembinaan dan menjaga budaya Melayu tetap hidup di tengah masyarakat. Hasil penilaian nantinya akan diumumkan pada puncak Hari Adat Melayu tanggal 1 Muharram 1448 Hijriah di Jambi,” ujar Datuk Hasan Basri Jamik.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok belajar adat yang selama ini tetap aktif menjadi perpanjangan tangan LAM dalam memberikan edukasi adat dan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Ketua Sanggar Adat dan Seni Serumpun Melayu Kabupaten Merangin, Datuk Bustari, mengaku bersyukur karena sanggar yang dipimpinnya kembali dipercaya mengikuti penilaian tingkat Provinsi.
Menurutnya, berbagai pembenahan terus dilakukan agar keberadaan sanggar semakin memberi manfaat bagi masyarakat luas. Mulai dari penguatan administrasi, peningkatan kegiatan adat dan seni budaya Melayu, hingga memperluas pembinaan kepada masyarakat.
“Tahun lalu Alhamdulillah kami berhasil meraih Juara II tingkat Provinsi Jambi. Tahun ini kami terus berbenah dan meningkatkan kegiatan agar hasil yang diraih bisa lebih baik lagi,” ungkap Datuk Bustari.
Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kecamatan Bangko melalui Kasi PMDK Azwar Rais, Dewan Pembina Sanggar Abdullah Gamoek, para pengurus, anggota sanggar, serta tamu undangan lainnya.
Perwakilan Kecamatan Bangko turut menyampaikan dukungan penuh terhadap keberadaan Sanggar Adat dan Seni Serumpun Melayu Kabupaten Merangin sebagai wadah pelestarian adat dan budaya Melayu di Kabupaten Merangin.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk ikut menjaga dan melestarikan adat istiadat Melayu dengan aktif belajar serta bergabung dalam kegiatan sanggar. Harapannya, nilai-nilai budaya daerah tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.(*)









