Pariwarajambi.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi tidak hanya menyasar peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Setiap hari, anggaran sebesar Rp7,2 miliar digelontorkan untuk program unggulan Presiden Prabowo ini.
Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, dalam Rapat Konsolidasi Pelaksanaan MBG bersama berbagai pihak di Jambi. Kegiatan ini diikuti Kepala SPPG, mitra, yayasan, pengawas gizi, pengawasan keuangan, asisten lapangan hingga juru masak.
Baca juga: Konsolidasi MBG di Jambi, Gubernur Al Haris Ungkap Dampak Gizi dan Ekonomi Masyarakat
Rapat konsolidasi ini juga dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, jajaran BGN pusat, anggota DPR RI Dapil Jambi A Bakrie dan Roky Candra, Sekda Provinsi Jambi Sudirman, para Kepala Satgas MBG kabupaten/kota, serta ribuan peserta rapat konsolidasi.
Sony mengungkapkan, saat ini jumlah penerima manfaat MBG di Jambi telah mencapai 446 ribu orang, dengan dukungan 545 supplier. Program ini juga ditopang oleh 205 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), yang menyerap 9.635 tenaga kerja.
“Setiap hari, dari Rp7,2 miliar itu, sekitar Rp963,5 juta langsung masuk ke kantong para pekerja SPPG. Mereka ini adalah kelompok ekonomi sulit yang justru menjadi prioritas,” ujar Sony.
Selain itu, sekitar Rp881,5 juta digunakan untuk operasional seperti pembelian gas, listrik, hingga kebutuhan dapur lainnya. Sementara Rp4,1 miliar lainnya mengalir ke pelaku usaha lokal seperti petani, peternak, dan pedagang bahan pangan.
“Uang ini berputar di daerah, dibelanjakan kembali untuk kebutuhan sehari-hari. Inilah yang menggerakkan ekonomi dan membantu menurunkan angka kemiskinan serta pengangguran,” jelasnya.
Sony juga menepis isu yang menyebut anggaran MBG mengalir ke kelompok elit. Menurutnya, justru dana tersebut menyasar masyarakat lapisan bawah atau desil ekonomi terbawah.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat konsolidasi dan menjaga kesamaan langkah agar tujuan program tetap fokus, yakni pemenuhan gizi bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebelum kemudian menjangkau peserta didik.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di daerahnya terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini terdapat 205 SPPG, dengan rincian 173 sudah beroperasi dan 32 siap beroperasi. Selain itu, sebanyak 302 SPPG masih dalam tahap persiapan.
“Program ini memang menyasar masyarakat yang membutuhkan gizi, tapi dampaknya luar biasa. Petani, peternak, hingga pelaku usaha ikut merasakan manfaatnya,” kata Al Haris.
Gubernur menambahkan, kebutuhan bahan pangan seperti telur dan daging ayam kini sudah dapat dipenuhi dari dalam daerah. Hal ini turut mendorong peningkatan produksi lokal dan mengurangi ketergantungan dari luar daerah.
“Ini multiplier effect yang nyata. Penyerapan tenaga kerja meningkat, angka pengangguran turun, dan ekonomi masyarakat bergerak,” ujarnya.(*)






