Pariwarajambi.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi melalui Bidang Bina Marga melakukan inventarisasi seluruh jembatan milik Pemerintah Provinsi Jambi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan di ruas jalan provinsi tetap aman dan layak digunakan masyarakat.
Dari hasil pendataan, total terdapat 289 unit jembatan dengan panjang mencapai 7.396,15 meter yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Jambi.
Kepala Dinas PUTR Provinsi Jambi, Muzakir melalui Kabid Bina Marga, Iwan Rahmadi mengatakan inventarisasi dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini setiap jembatan sekaligus menentukan langkah penanganan yang akan diprioritaskan.
“Kalau memungkinkan memang harus segera dianggarkan untuk biaya pemeliharaan. Sedangkan jembatan yang belum memenuhi standar PU akan kita usulkan untuk pembangunan bertahap,” ujar Iwan Rahmadi, Selasa (19/05/2026).
Iwan menjelaskan, dari hasil inventarisasi tersebut, kondisi kemantapan jembatan di Provinsi Jambi saat ini mencapai 76,855 persen. Sementara sekitar 22,142 persen masuk kategori tidak mantap, meski sebagian besar masih dapat dilalui kendaraan.
Menurut Iwan, banyak jembatan yang saat ini masih bersifat fungsional atau hanya sekadar bisa digunakan masyarakat. Namun, belum seluruhnya memenuhi standar konstruksi PU yang ditetapkan berdasarkan kelas jembatan.
“Standar PU itu ada kelas-kelasnya, mulai dari kelas C, B sampai A. Jadi bukan hanya bisa dilewati, tetapi mutu struktur atas dan bawahnya juga harus sesuai standar,” jelasnya.
Dari total 289 jembatan yang didata, tercatat 48 unit dalam kondisi baik, 177 unit kondisi sedang, 58 unit rusak ringan dan 6 unit mengalami rusak berat.
Meski demikian, jembatan yang rusak berat masih dapat dilalui kendaraan. Namun jika tidak segera dilakukan perbaikan dan pemeliharaan, kerusakan dikhawatirkan akan semakin parah setiap tahunnya.
“Kerusakan itu seperti penurunan struktur, drainase yang hilang hingga besi yang mulai berkarat. Kalau sudah terjadi penurunan pada pondasi bawah, itu masuk kategori rusak berat,” katanya.
PUTR Provinsi Jambi berharap ke depan pemerintah dapat menambah anggaran pemeliharaan agar minimal lima persen dari total jembatan yang mengalami kerusakan bisa segera diperbaiki setiap tahun.
Selain fokus pada perawatan, pemerintah juga menargetkan pembangunan jembatan yang benar-benar memenuhi standar PU secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan. Langkah ini dilakukan agar kualitas infrastruktur jembatan di Provinsi Jambi semakin baik dan mampu menunjang konektivitas antarwilayah secara aman dan berkelanjutan.(*)






