Pariwarajambi.com – Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kini tidak hanya menjadi jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui pengelolaan rest area di sejumlah ruas tol, PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat peran rest area sebagai ruang tumbuh bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan mengatakan, rest area memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi di sepanjang JTTS. Selain menjadi tempat beristirahat pengguna jalan, rest area juga menjadi lokasi promosi produk unggulan daerah di Sumatra.
“JTTS tidak hanya kami hadirkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Melalui rest area, pelaku UMKM lokal memiliki ruang untuk memasarkan produk, memperluas jaringan pelanggan, dan ikut tumbuh bersama meningkatnya konektivitas antarwilayah di Sumatra,” ujar Iwan.
Saat ini, lebih dari 460 UMKM telah mengisi 29 rest area yang tersebar di sepanjang JTTS. Kehadiran para pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari komitmen Hutama Karya agar pembangunan infrastruktur juga memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat sekitar.
Dalam pengelolaannya, Hutama Karya bahkan memberikan porsi besar bagi UMKM lokal. Sekitar 70 persen tenant di rest area diprioritaskan untuk pelaku usaha kecil, mulai dari kuliner khas daerah, produk kerajinan, hingga kebutuhan pengguna jalan lainnya.
Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2023 yang mengatur alokasi lahan UMKM minimal 30 persen dari total area komersial.
Tak hanya menyediakan tempat usaha, Hutama Karya juga aktif melakukan pembinaan terhadap UMKM. Berbagai program pelatihan diberikan, mulai dari demo masak produk unggulan, penggunaan pembayaran digital QRIS, pelatihan laporan keuangan, hingga strategi promosi produk.
Sejak 2023, sekitar 170 UMKM telah mengikuti program peningkatan keterampilan tersebut guna memperkuat daya saing usaha mereka.
Selain itu, Hutama Karya turut bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyediakan lokasi promosi produk khas daerah secara gratis di rest area JTTS.
Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan masyarakat atau community development yang dijalankan perusahaan.
Dari sisi permodalan, Hutama Karya juga menggandeng Bank BRI melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) untuk membantu pengembangan usaha para tenant UMKM.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Hutama Karya kini menghadirkan promo diskon sewa tenant hingga 50 persen bagi pelaku UMKM lokal yang ingin membuka usaha di rest area JTTS.
Program tersebut berlaku bagi tenant dengan masa sewa minimal tiga bulan. Penyewa selama tiga bulan akan mendapatkan tambahan masa sewa menjadi enam bulan. Sementara penyewa enam bulan akan memperoleh masa sewa hingga satu tahun.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan ruang yang lebih terbuka bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan menjangkau lebih banyak pelanggan. Rest area JTTS memiliki potensi ekonomi yang besar karena menjadi titik singgah pengguna jalan,” tambah Iwan.
Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Iwan bersama Plt EVP Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol, Ni Putu Oki Wirastuti juga meninjau langsung Rest Area KM 163 Jalur A Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung pada Rabu (06/05/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, kualitas layanan, sekaligus melihat peluang pengembangan tenant UMKM agar rest area semakin memberi manfaat bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Selain menjadi pusat ekonomi baru, rest area JTTS juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti toilet bersih, masjid nyaman, area parkir luas, dan tempat duduk yang memadai.
“Tenant tidak hanya memperoleh biaya sewa yang lebih terjangkau, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh di pasar yang potensial. Hutama Karya akan terus memperkuat peran rest area sebagai ruang ekonomi produktif yang memberi manfaat bagi UMKM, pengguna jalan tol, dan masyarakat sekitar,” tutup Iwan.(*)






