Pariwarajambi.com — Gubernur Jambi Al Haris menghadiri Haul ke-1 KH M Rouyani Jamil sekaligus Harlah Akhirussanah di Pondok Pesantren Irsyadul ‘Ibad, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Kamis (04/06/2026).
Kehadiran Gubernur Al Haris disambut hangat oleh keluarga besar pondok pesantren, para ulama, guru, santri, serta jamaah yang hadir.
Gubernur Al Haris menyampaikan rasa syukur dapat hadir di Pondok Pesantren Irsyadul ‘Ibad. Ia menyebut pondok pesantren tersebut memiliki peran besar dalam mencerdaskan generasi muda Jambi, terutama dalam membentuk akhlak dan memperkuat ilmu agama.
“Pondok Pesantren Irsyadul ‘Ibad ini mulai berdiri sejak tahun 2003. Artinya, hari ini usianya sudah 23 tahun. Tentu sudah banyak alumni yang lahir dari pondok ini, bahkan mungkin sudah ada yang menjadi kiai, ulama, pejabat, dan tokoh masyarakat,” ujar Al Haris.
Menurut Al Haris, keberadaan pondok pesantren sangat membantu pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, berilmu, dan berakhlak mulia. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh, guru, dan seluruh jajaran pondok pesantren yang telah mendedikasikan tenaga serta ilmunya untuk pendidikan anak-anak Jambi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengasuh Pondok Pesantren Irsyadul ‘Ibad dan seluruh guru. Pemerintah sangat terbantu karena pondok pesantren ikut mendidik dan mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Al Haris juga menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam menjaga moral generasi muda. Menurutnya, tanpa peran pondok pesantren, banyak anak-anak yang mungkin tidak mendapatkan bekal akhlak dan ilmu agama yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Al Haris turut mendoakan almarhum KH M Rouyani Jamil sebagai pendiri Pondok Pesantren Irsyadul ‘Ibad. Ia berharap seluruh ilmu dan kebaikan yang telah ditanamkan almarhum terus mengalir menjadi amal jariyah.
“Kita doakan Abah KH M Rouyani Jamil, yang telah mencetuskan dan mendirikan pondok ini, semoga Allah menerangi dan melapangkan alam kuburnya, serta menjadikan kuburnya taman dari taman surga. Karena ilmu yang beliau tinggalkan terus mengalir melalui pondok ini,” ucapnya.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan permohonan maaf apabila perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren belum sepenuhnya maksimal. Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala, sementara jumlah pesantren di Provinsi Jambi terus berkembang dengan sangat pesat.
Meski demikian, Al Haris menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada pondok pesantren di Jambi.
“Kami mohon maaf jika pemerintah belum banyak memperhatikan pondok-pondok pesantren. Namun kami sangat bangga karena semangat para kiai dan ulama dalam membangun pesantren sangat luar biasa. Insyaallah pemerintah akan terus membina dan mendukung,” tuturnya.
Selain haul dan harlah akhirussanah, kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai rangkaian acara keagamaan, termasuk khataman Al-Qur’an dan tausiah agama.
Tausiah disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Dahrul Rahma Jakarta sekaligus Ketua MUI DKI Jakarta, Dr. KH Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc., MA. Acara berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan.(*)












