Pariwarajambi.com – Langkah besar menuju transformasi digital di Provinsi Jambi mulai terwujud. Pelaku usaha internet dan telekomunikasi bersama pemerintah daerah resmi membentuk Paguyuban Usaha Jaringan Telekomunikasi Internet Jambi (PAGUJATI) sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem digital sekaligus mendorong penataan infrastruktur telekomunikasi yang lebih modern.
Pembentukan PAGUJATI mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi dan Diskusi Industri Telekomunikasi Jambi Tahun 2026 yang digelar di Kota Jambi, Sabtu (6/6/2026). Forum tersebut menjadi momentum penting bagi lahirnya berbagai gagasan strategis, termasuk pembangunan koridor utilitas atau tol kabel bawah tanah yang digadang-gadang mampu mengubah wajah Kota Jambi menjadi lebih rapi, modern, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariyansyah, Wali Kota Jambi Maulana, Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi M. Saleh Ridha, Koordinator Inisiatif PAGUJATI Almen Manihuruk, Direktur PT Global Digital Core (GDC) M. Ansori, serta para pelaku usaha penyedia layanan internet dari berbagai daerah di Jambi.
Wadah Kolaborasi Hadapi Era Digital
Koordinator Inisiatif PAGUJATI, Almen Manihuruk, mengatakan perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap internet berkualitas menuntut adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku industri.
Menurutnya, Jambi memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Sumatera. Namun, hal itu membutuhkan kerja sama lintas sektor agar berbagai tantangan dapat dihadapi secara bersama.
“Transformasi digital membutuhkan kolaborasi yang kuat. PAGUJATI hadir sebagai ruang komunikasi untuk menyatukan aspirasi dan merumuskan solusi bagi perkembangan industri telekomunikasi dan internet di Jambi,” ujar Almen.
Ia berharap PAGUJATI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Tol Kabel Bawah Tanah Jadi Solusi Kota Modern
Salah satu topik utama dalam diskusi adalah penataan kabel telekomunikasi yang masih banyak terpasang di udara dan dinilai mengganggu estetika kota.
Melalui konsep tol kabel bawah tanah, seluruh penyedia layanan internet nantinya dapat memanfaatkan jalur utilitas bersama yang terintegrasi. Sistem ini diyakini mampu mengurangi kesemrawutan kabel, meningkatkan keamanan jaringan, serta mempermudah pengelolaan infrastruktur telekomunikasi.
Wali Kota Jambi, Maulana, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, pembangunan kota masa depan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga infrastruktur digital yang mampu menunjang kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
“Kami mendukung kehadiran PAGUJATI sebagai forum komunikasi yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Penataan infrastruktur telekomunikasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kota Jambi yang lebih modern, tertata, dan nyaman,” katanya.
Data Center Lokal Perkuat Kedaulatan Data
Selain penataan jaringan, forum juga membahas pentingnya pembangunan data center lokal sebagai fondasi transformasi digital daerah.
Direktur PT Global Digital Core (GDC), M. Ansori, mengatakan pihaknya tengah berkomitmen menghadirkan fasilitas pusat data di Kota Jambi untuk mendukung kebutuhan layanan digital yang terus berkembang.
Menurut Ansori, keberadaan data center lokal akan memberikan akses penyimpanan data yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Kami ingin Jambi memiliki fasilitas digital yang setara dengan kota-kota besar lainnya. Data center ini akan menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan transformasi digital daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyimpanan data di daerah juga memiliki nilai strategis dalam menjaga keamanan informasi sekaligus memperkuat kedaulatan data lokal.
Perkuat Ekosistem Digital Jambi
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Ariyansyah, menilai kehadiran PAGUJATI menjadi langkah positif dalam membangun ekosistem digital yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari pelaku industri untuk mempercepat berbagai program digitalisasi yang tengah berjalan.
“Hadirnya data center lokal dan forum komunikasi seperti PAGUJATI diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan, meningkatkan kapasitas pengelolaan data, serta mendukung transformasi digital yang berkelanjutan,” ujar Ariyansyah.
Di akhir kegiatan, para peserta sepakat membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan definitif PAGUJATI. Almen Manihuruk dipercaya memimpin tim tersebut sebagai langkah awal membangun organisasi yang diharapkan menjadi motor penggerak industri telekomunikasi dan internet di Provinsi Jambi.
Kehadiran PAGUJATI pun menjadi harapan baru bagi percepatan transformasi digital daerah, sekaligus membuka jalan bagi Jambi untuk tampil sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital yang maju, kompetitif, dan berkelanjutan di Sumatera.(*)












