Perubahan Jalur Tiga Bangko Jadi Jalur Dua, Sudah Sampai Tahap Ini

Jalan tiga jalur di kota Bangko

Pariwarajambi.com – Penyerahan aset jalur tiga kota Bangko yang masih terdapat jalan kabupaten menjadi aset jalan nasional, sepertinya serius dilakukan pemerintah kabupaten (Pemkab) Merangin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Merangin, Aspan mengatakan saat ini prosesnya dalam tahap pendataan aset yang akan diserahkan.

“Disinikan banyak dinas terkait, seperti aset  jalan dinas PU, lampu jalan dinas Perkim, marka jalan dinas Perhubungan, taman dinas Lingkungan Hidup. Jadi aset itu yang dilakukan pendataan untuk nanti diserahkan ke pemerintah pusat,” kata Aspan, Senin (18/10/2021).

“Prosesnya nanti ini dibawa ke DPRD untuk menyetujui aset ini diserahkan menjadi aset jalan nasional. Prosesnya masih panjang ini untuk penyerahan aset bisa 2022 dan pembangunanya 2023,” ujar Aspan lagi.

Penyerahan aset jalur tiga ke pemerintah pusat dikatakan Aspan akan meringankan beban Pemkab Merangin, karena perbaikan jalan akan menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

“Kalau diserahkan ke nasional kita hanya tinggal menanggung biaya rutin lampu jalan, kalau perbaikan jalan itu tanggungjawab pemerintah pusat. Kementerian PU ingin satu lokasi itu jelas kepemilikannya, tidak seperti saat ini jalur tengah aset nasional dan dikiri kanan aset kabupaten,” katanya.

Penyerahan jalur tiga menjadi aset jalan nasional, disebut Aspan tidak menutup kemungkinan pemerintah pusat melakukan perubahan jalan tiga jalur menjadi jalan dua jalur.

“Konsep jalan nasional itukan tidak ada yang tiga jalur empat lajur seperti jalan kita saat ini. Jadi bisa dirubah menjadi jalan dua jalur,” katanya.

Aspan juga menyebutkan pertimbangan jalan tiga jalur menjadi jalan dua jalur salah satunya adalah tingkat kepadatan kendaraan yang melintasi jalan tersebut semakin meningkat.

“Pertimbangan pembangunan jalur tiga dulukan tahun 2005, pertimbangan melebarkan jalan di kota Bangko. Seiring waktu penduduk bertambah dan kendaraan bertambah, mungkin suasana dulu cocok jalan tiga jalur, tapi saat ini sudah tidak cocok lagi dengan kondisi jalur seperti itu. Pertimbangan lain bisa juga karena faktor tingginya angka kecelakaan,” sebutnya.(*)

Penulis : Redaksi – Editor : Riky Serampas

Komentar