Tim Kesenian Merangin Tampil Memukau di Festival Batanghari 2024

Pariwarajambi.com – Tim kesenian Kabupaten Merangin tampil memukau di festival Batanghari 2024 yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Putri Pinang Masak kawasan Pasar Kota Jambi, Sabtu (06/07/2024) tadi malam.

Tim kesenian Kabupaten Merangin menampilkan “Tari Peneguh” yang menceritakan ritual adat masyarakat Tanjung Mudo, Kecamatan Jangkat Timur.

Tim kesenian Kabupaten Merangin dengan penari Aqueena Hafla Khansa, Alyssa Cantika Ramadhani Amdrien, Apyori Fedra Cendekia, Sahwa Debby Noflinda, Salsabila Mia Fredella, Verdianty Anastasya Utami, Syakilla Hidayatun Najwa, Bilqisya Fedra Alawiyah dan Mellya Tri Wahyuni ini tampil penuh semangat dan dengan gerakan yang menarik perhatian penonton.

Ditambah lagi dengan alunan musik syahdu yang dimainkan oleh Amril Kholya Neco NK, Abdan Syukra, Deni Herio Putra, Rudi, Ruseno J.AZ, Romi Afriansyah, dan Seprizal.

Tim kesenian ini dibawah bimbingan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Merangin.

“Alhamdulilah tim kesenian kita tampil sangat baik untuk ikut di festival Batanghari 2024,” kata Weni Rahmayeni Kabid Kebudayaan Dikbud, Minggu (07/07/2024).

Sinopsis Tari Peneguh

Tari ini diangkat dari sebuah Prosesi Ritual yang ada sejak dahulu, turun temurun dan telah menjadi kebiasaan adat masyarakat di dataran tinggi Tanjung Mudo, dan berkembang di wilayah Jangkat Kabupaten Merangin. Prosesi atau ritual ini adalah Prosesi Minta Obat Peneguh.

Peneguh atau dalam bahasa lain diartikan sebagai penguat untuk seorang perempuan yang sedang hamil memasuki usia kandungan 7 bulan.

Biasanya, dahulu ketika ada seorang perempuan yang mengandung dan memasuki usia kandungan 7 bulan, perempuan tersebut akan meminta kepada orang tuanya (ibunya) untuk menemui seorang nenek (dukun). Ketika semua perlengkapan ritual pengobatan dirasa lengkap, maka ibunya datang dan akan meminta nenek tersebut untuk membuatkan sebuah ramuan.

Ramuan tersebut diyakini untuk pengobatan penguat untuk sang janin yang berusia 7 bulan itu, agar sang janin bisa terjaga dengan baik selama dikandungan hingga melahirkan.

Dalam garapan ini, Tradisi adat lama yang ada ini dikemas dalam sebuah gerakan tari, yang dipadukan dengan kearifan budaya dan gerak tari serta diiringi dengan musik, untuk membangun suasana prosesi ritual adat yang menyatu dengan satu kesatuan utuh, didalam gerakan tari tersebut.

Dalam karya ini, pengkarya mencoba menyajikan sebuah karya tradisi yang tidak meninggalkan nilai-nilai budaya tradisi dari leluhur terdahulu serta bagaimana menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati.

Penata Musik : Romi Afriansah, S.Pd

Penata Tari : Cytra Dwi Srikandi, S.Pd

Sumber Gerak Tradisi : Hidra Dewi, S.Pd

Penata Rias dan Kostum : Cytra Dwi Srikandi S.Pd dan Hidra Dewi, S.Pd

(*)

Komentar