Pariwarajambi.com – Tawuran pelajar pecah di Kota Jambi, Kamis (16/06/2022) siang. Adalah siswa SMKN 1 Kota Jambi terlibat tawuran dengan siswa MAN Labor di kawasan Telanaipura.
Polisi sampai turun ke tempat kejadian perkara untuk mengaman situasi tawuran siswa dua sekolah ini.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, kejadian sekitar pukul 11.00 WIB, cekcok antar siswa sekolah ini sempat memanas bahkan sampai ada yang membawa samurai. Bahkan akibat kejadian ini juga mengakibatkan banyak pelajar ketakutan dan satu unit motor jenis metik hilang.
Kepala SMKN 1 Kota Jambi, Budi Prasetyanto dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan kejadian itu bukan tawuran tetapi terlibat bertengkar biasa antar pelajar sehingga ada anak-anak sempat tertahan di dalam lingkungan sekolah.
“Kita sudah lapor ke Polresta, dan yang datang juga Satpol-PP sama dari Polresta, babinkamtibmas,” katanya.
Budi menjelaskan, awal kejadian bermula siswa SMKN 1 Kota Jambi lewat di depan SPBU Telanaipura, kebetulan juga ada siswa yang nongkrong disana. Sehingga terjadi cekcok mulut dan saling kejar sampai ke sekolah.
“Anak-anak masuk kesini, terus teman temannya pada tidak terima ngumpul semua di depan, jadi cepat-cepat (pagar) ditutup satpam anak-anak sudah bubar, terus datanglah babinkamtibmas, Satpol-PP,” ujarnya.
Terkait dengan adanya anak yang membawa samurai, kata Budi ada informasi seperti itu. Karena para guru-guru pada di dalam semua, setelah berkumpul ke depan semua sudah tidak ada lagi.”Katanya ada yang bawak parang, bawa rantai. Tadi konfirmasi ke gurunya, rencana besok Jum’at (17/6) akan diselesaikan di MAN Labor, jam 09.30 WIB” terangnya.
Terkait dengan adanya motor pelajar SMKN 1 Kota Jambi yang hilang,Budi juga tidak menapik, karena pelajar ketakutan sehingga berlari.”Sepertinya begitu ada yang hilang, karena ketakutan dan berlari, kontaknya nggak tertarik, setelah suasana tenang kesana lagi motor sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Sejauh ini, kata Budi suasana sudah kondusif dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak ke MAN Labor.”Dengan kejadian ini anak anak disuruh pulang, karena sudah ujian, kalau ada yang ujian, remedial ujian susulan, besok itu akan dilaksanakan secara online,” pungkasnya.(*)
Riky Serampas










