Pariwarajambi.com – Sebanyak 9 ekor ternak sapi di Kabupaten Merangin yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) kondisinya terus membaik. Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakan) Merangin inten menangani sapi yang terjangkit tersebut.
Petugas kesehatan hewan Disnakan Merangin, drh Delvi mengatakan sudah ada sebagian sapi yang terindikasi terjangkit PMK tersebut sembuh dan secara klinis tidak menunjukkan terjangkit PMK lagi.
Baca juga: 9 Ekor Sapi di Merangin Terjangkit PMK
“Sudah ada sebagian yang sembuh, kita memang cepat melakukan penanganan begitu dapat laporan ada sapi yang terjangkit PMK,” sebut drh Delvi, Selasa (12/07/2022).
drh Delvi juga mengatakan pihaknya juga sudah melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak di Merangin. “Ada 400 vaksin, itu sudah kita suntikkan,” sebutnya.
Baca juga: Aksi Heroik Al Haris Gubenur Jambi Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan di Batanghari
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Merangin Koprawi mengatakan 9 ekor sapi yang terjangkit PMK tersebut terdapat di Kecamatan Renah Pamenang.
Dia juga menyebutkan sapi pertama yang terjangkit PMK tersebut datang dari luar daerah Merangin, hingga menular ke delapan sapi lainnya.
“Iya, kita ada 9 kasus sapi yang terjangkit PMK. Saat ini masih ditangani (diobati) petugas kesehatan hewan kita,” kata Koprawi.
“Awalnya sapi yang datang dari luar, dari Solok. Jadi ini yang menyebabkan sapi lainnya ikut terkena PMK, sejauh ini cuma ada kasus di Renah Pamenang,” tambahnya lagi.
Untuk mengantisipasi hewan ternak dari luar daerah, disebut Koprawi pihaknya bersama Kepolisian juga melakukan pengawasan hewan masuk dari luar daerah.
“Iya kita melakukan pemantauan hewan ternak dari luar, setiap hewan yang masuk ke Merangin kita lakukan pengecekan ketat, kita periksa semua dokumen dan kondisi hewannya,” sebutnya.(*)
Riky Serampas






