Pariwarajambi.com – Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan menyelimuti Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 yang digelar di Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jambi, Sabtu (10/01/2026).
Acara ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang Kemenag dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi.
Tasyakuran tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, Anggota DPR RI Dapil Jambi Hasan Basri Agus, Anggota DPD RI Elviana, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Mahbub Harianto, para tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh lintas agama, dan ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris.
Gubernur Al Haris menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kiprah Kementerian Agama yang telah memasuki usia 80 tahun. Menurutnya, peran Kemenag sangat luar biasa dan tidak mudah, karena harus mengelola persoalan umat yang sangat kompleks.
“Alhamdulillah, 80 tahun Kementerian Agama ini tetap utuh menjaga umat Indonesia. Persoalan kita banyak, dari yang ringan sampai yang berat, tapi dengan kerukunan antarumat beragama, hal-hal yang berpotensi memecah belah bangsa bisa kita redam. Sampai hari ini Indonesia tetap aman dan damai karena modal utama kita adalah persatuan dan kesatuan,” ujar Al Haris.
Gubernur juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap kondisi kerukunan umat beragama di Provinsi Jambi yang dinilainya sangat baik. Meski sesekali muncul dinamika di tengah masyarakat, hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan sosial.
“Di Jambi, umatnya rukun luar biasa. Kalau pun ada dinamika kecil, itu hal yang normal. Intinya, setiap umat punya ruang dan tempat untuk beribadah. Kami di pemerintah hadir untuk memastikan semua berjalan dengan baik dan adil,” tegasnya.
Al Haris menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi terus berkomitmen hadir dalam setiap perayaan hari besar keagamaan, sebagai wujud nyata menjaga kebersamaan lintas iman. Ia mencontohkan kehadirannya bersama Forkopimda saat Natal, Waisak, hingga kegiatan keagamaan lainnya.
“Akidah boleh berbeda, tapi kita satu dalam bingkai bangsa dan negara. Itulah tugas kita bersama, menyatukan umat di bawah merah putih,” katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengapresiasi para tokoh agama, penyuluh keagamaan, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dinilainya memiliki peran besar dalam merekatkan persatuan di Jambi. Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi amal ibadah yang bernilai besar bagi kehidupan masyarakat.
Tak hanya soal kerukunan, Al Haris juga menyinggung berbagai program sosial Pemprov Jambi, mulai dari gerakan wakaf dan zakat, penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga pembangunan sekolah rakyat berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kita belum bisa tidur nyenyak kalau masih ada saudara kita yang miskin dan anak-anak yang kesulitan sekolah. Karena itu, kita bangun sekolah rakyat, kita dorong zakat dan wakaf, agar kehadiran negara benar-benar dirasakan,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Al Haris berharap di usia ke-80 ini, Kementerian Agama semakin solid dan kokoh dalam menjaga umat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Mudah-mudahan Kementerian Agama ke depan semakin kuat, umat semakin rukun, dan Indonesia, khususnya Jambi, tetap damai, tentram, dan harmonis,” pungkasnya.(*)






