Pariwarajambi.com – Kepengurusan Dewan Pimpinan, Komisi dan Lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi Masa Khidmat 2025–2030 resmi dikukuhkan, Sabtu malam (10/01/2026). Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Pengukuhan dipimpin langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, KH Arif Fahrudin, dan dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Anggota DPD RI Dapil Jambi Hasan Basri Agus yang juga Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Wakapolda Jambi, para ulama, tokoh masyarakat, serta para ketua MUI kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Gubernur Jambi Al Haris menegaskan pentingnya peran strategis MUI sebagai penyangga umat. Ia mengibaratkan MUI sebagai “lampu” yang harus terus dinyalakan agar tetap bercahaya di tengah masyarakat.
“Kalau tidak kita hidupkan lampunya, MUI bisa redup, Pak Kyai. Ada pengurus, tapi kalau tidak aktif, sama saja. Karena itu pengurus harus aktif, mengambil inisiatif, dan hadir di tengah-tengah umat,” ujar Al Haris.
Al Haris berharap ke depan MUI Provinsi Jambi benar-benar menjadi kekuatan moral dan spiritual yang sejalan dengan pemerintah dan lembaga adat. Ia menekankan filosofi khas Jambi, Tali Tigo Sepilin yaitu Ulama, Umaro, dan Lembaga Adat harus berjalan seiring dan saling menguatkan.
“Kalau tiga ini kokoh dan kompak, dampaknya luar biasa bagi umat. Jangan terpisah-pisah. Kalau MUI punya program dan bekerja dengan baik, dananya siap kita tambah. Sekarang anggaran itu berbasis kinerja,” tegasnya.
Gubernur juga menyoroti berbagai persoalan umat yang perlu menjadi perhatian serius MUI, mulai dari maraknya praktik rentenir, penyalahgunaan narkoba dan judi online, hingga persoalan isbat nikah dan tantangan undang-undang baru.
“Rentenir ini bahaya, bukan online, tapi nyata keliling kampung. Narkoba juga, judi online. Ini perlu fatwa dan kerja sama serius,” ungkap Al Haris.
Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Jambi terpilih, Dr H Umar Yusuf, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas dukungan penuh terhadap MUI, termasuk fasilitasi pengukuhan dan rencana rapat kerja.
Ia menegaskan bahwa tugas MUI ke depan semakin berat, tidak hanya sebagai mitra pemerintah, tetapi juga sebagai penjaga dan penyelamat umat, terutama dalam menghadapi tantangan akidah dan derasnya arus informasi digital.
“Banyak paham dan aliran baru masuk. Anak-anak muda kita mudah terpengaruh karena semua ada di HP. Tugas MUI sangat besar, menjaga umat dan akidah ke depan,” ujarnya.
Umar Yusuf juga menyampaikan bahwa Rapat Kerja MUI akan membahas sejumlah isu penting, termasuk fatwa tentang judi online, kerusakan lingkungan, perambahan hutan ilegal, hingga persoalan membuang sampah sembarangan.
“Insyaallah, komisi fatwa akan melahirkan keputusan-keputusan yang bermanfaat untuk umat,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Umar Yusuf mengajak seluruh pengurus MUI untuk bekerja dengan ikhlas dan solid, serta menjadikan amanah ini sebagai ladang amal ibadah.
“Banyak harapan umat kepada kita. Dunia dan akhirat umat bergantung pada peran kita. Mari kita jaga amanah ini sebaik-baiknya,” pungkasnya.(*)






