Pariwarajambi.com – Senyum sumringah terpancar dari wajah ibu-ibu yang memadati halaman Kantor Lurah Pematang Kandis, Jumat (13/02/2026). Di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kehadiran Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi “angin segar” bagi dapur warga.
Sejak pagi, masyarakat sudah berdatangan untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Antrean tertib terlihat di sejumlah lapak yang menyediakan beras, minyak goreng, cabai, daging beku, hingga sayur-mayur segar.
Halimah (43), salah satu warga Pematang Kandis, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Sambil menenteng kantong belanjaan berisi beras SPHP dan minyak goreng, ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Merangin.
“Terima kasih banyak untuk Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Merangin yang sudah mengadakan pasar murah ini. Jujur, ini sangat membantu kami, khususnya masyarakat kecil atau menengah ke bawah,” ujarnya tulus.
Menurut Halimah, selisih harga yang ditawarkan sangat signifikan dibanding harga pasar. Kondisi ini dinilai sangat meringankan beban ekonomi keluarga menjelang bulan puasa.
“Harganya jauh beda dari harga pasar. Sangat lumayan untuk membantu ekonomi keluarga kami. Kami sangat terbantu dengan adanya kebijakan seperti ini,” tambahnya.
Adapun daftar harga yang ditawarkan dalam GPM tersebut antara lain: Beras SPHP 5 kilogram seharga Rp59.000, Minyak Kita Rp15.500 per liter, cabai merah Rp22.500 per 0,5 kilogram, daging beku Rp85.000 per kilogram, serta sayur-mayur segar mulai dari Rp3.000. Sejumlah komoditas lain juga tersedia dengan harga yang lebih rendah dari pasaran.
“Harapan kami, semoga stoknya selalu ada dan harganya tetap stabil seperti ini sampai Desember nanti. Terima kasih Pak Bupati sudah peduli dengan isi dapur kami,” harapnya.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, usai mengikuti zoom meeting bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terkait peluncuran GPM serentak di seluruh Indonesia.
Dalam keterangannya, Zulhifni menjelaskan bahwa GPM merupakan kebijakan strategis pemerintah daerah guna memastikan masyarakat mendapatkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang hari besar keagamaan.
“Kita membuat pasar murah ini untuk membantu masyarakat berbelanja menyambut bulan puasa. Tujuannya agar masyarakat terbantu dengan harga yang murah dan stok pangan kita tetap stabil,” ujarnya di sela-sela peninjauan lapak dagangan.
Ia juga memastikan ketersediaan stok pangan di Kabupaten Merangin dalam kondisi aman, terutama melalui koordinasi dengan Perum Bulog. “Stok insya Allah cukup bahkan sampai Desember mendatang,” tegasnya.
Selain persoalan pangan, Zulhifni turut menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji. Ia mengakui adanya kendala regulasi antara pihak Pertamina dan aturan teknis di lapangan.
“Kami sudah memanggil pangkalan dan agen supaya tidak ada monopoli. Ada sinkronisasi aturan dari Pertamina yang sedang diupayakan. Kami prediksi tanggal 15 Februari ini distribusi gas sudah kembali stabil,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, pemerintah menyalurkan sedikitnya dua ton beras SPHP dan 50 dus minyak goreng yang didistribusikan secara merata kepada pengunjung guna menghindari aksi borong.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi menjelang Ramadhan, sehingga suasana ibadah dapat dijalani dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran lonjakan harga. (*)







