UNJA Kawal PLTP, Pastikan Energi Bersih Selaras Konservasi TNKS

Pariwarajambi.com – Universitas Jambi (UNJA) mengambil peran strategis dalam memastikan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Provinsi Jambi berjalan seiring dengan prinsip konservasi lingkungan. Melalui Fakultas Pertanian Universitas Jambi (Faperta), UNJA menggelar Workshop Multi Pihak membahas rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Graho Nyabu yang berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Rabu (11/2/2026).

Kegiatan bertajuk “Perspektif dan Kesepahaman Para Pihak” ini menjadi sangat krusial. Pasalnya, TNKS bukan sekadar kawasan hutan biasa, melainkan situs warisan dunia (World Heritage Site) yang menuntut standar perlindungan lingkungan tertinggi.

Workshop yang digelar di Gedung UNIFAC Mendalo tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UNJA, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengelolaan sumber energi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.

“Sumber energi memang diperlukan, namun pengelolaannya wajib memperhatikan lingkungan. Kita berharap pembangunan tetap berjalan tanpa mengesampingkan aspek sosial dan ekologi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dekan Faperta UNJA, Dr. Forst. Bambang Irawan, S.P., M.Sc., IPU., mengingatkan posisi vital TNKS sebagai benteng konservasi dunia.

“Kebutuhan energi bersih adalah keniscayaan masa depan. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa TNKS merupakan kawasan konservasi warisan dunia. Workshop ini adalah wadah menyatukan persepsi agar pengembangan geothermal Graho Nyabu tetap dalam koridor perlindungan alam,” tegasnya.

Proyek PLTP Graho Nyabu yang dikelola oleh PT EDC Indonesia diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi daerah. Perwakilan Inspektorat Kabupaten Merangin, Jaya Kusuma, S.IP., M.A.P., memproyeksikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, khususnya di wilayah Jangkat.

“Geothermal ini diharapkan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di Kerinci dan Merangin. Kita ingin menghijaukan hutan dan menjaga alam secara bersama-sama melalui kesepahaman ini,” ungkapnya.

Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, mulai dari Wakil Bupati Kerinci, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi, pengelola TNKS, hingga pakar kehutanan UNJA. Para peserta dibagi dalam tiga kelompok diskusi intensif untuk membedah tiga aspek utama pengembangan proyek, yakni:

Aspek Sosial Budaya – bagaimana keberadaan PLTP berinteraksi dengan kearifan lokal masyarakat sekitar.

Aspek Ekologi – mitigasi dampak terhadap flora dan fauna endemik TNKS.

Aspek Sosial Ekonomi – penguatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan proyek.

Melalui forum ilmiah ini, UNJA menegaskan komitmennya memberikan masukan berbasis kajian saintifik kepada pemerintah dan pihak pengembang. Tujuannya jelas: mewujudkan Jambi yang mandiri energi melalui pemanfaatan panas bumi sebagai energi bersih, namun tetap teguh menjaga kelestarian TNKS sebagai warisan dunia bagi generasi mendatang.(*)