Pariwarajambi.com – Bupati Merangin M. Syukur menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Senin (16/03/2026) pagi. Rakor ini membahas berbagai langkah strategis untuk memastikan keamanan, kelancaran arus mudik, serta stabilitas kebutuhan pokok menjelang Lebaran.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafizh, Kapolda Jambi Krisno H. Siregar, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, Danrem 042/Gapu, Kabinda, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.
Bupati Merangin M. Syukur menyampaikan bahwa kondisi ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Merangin hingga saat ini masih relatif stabil dan berada di bawah rata-rata harga nasional. Beberapa komoditas utama seperti cabai, ayam, dan telur masih dalam kategori wajar meski mengalami sedikit kenaikan.
“Untuk cabai di Merangin saat ini sekitar Rp50.000 per kilogram, ayam Rp32.000 per kilogram, dan telur sekitar Rp54.000. Kenaikannya masih dalam batas normal,” ujar Syukur.
Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pangan menjelang Idul Fitri. Salah satunya melalui penyaluran bantuan pangan bekerja sama dengan Bulog.
“Sebanyak 40.000 ton bantuan pangan telah disalurkan untuk menjaga stabilitas stok menjelang Idul Fitri. Selain itu, kami juga menggelar gerakan pasar murah,” jelasnya.
Bupati Syukur juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam membantu masyarakat, termasuk kegiatan bazar pasar murah yang dilaksanakan oleh Kejaksaan dan Polres Merangin.
Di sisi lain, Pemkab Merangin juga terus memantau kondisi pasar melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan bersama unsur terkait di sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.
Selain memastikan ketersediaan bahan pokok, pemerintah daerah juga fokus pada kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran. Melalui Dinas PUPR Merangin, pemerintah telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi untuk mempercepat perbaikan jalan nasional yang melintasi wilayah Merangin.
“Kami juga menyiapkan alat berat, personel, serta material di titik-titik rawan untuk mengantisipasi kendala selama arus mudik,” tambahnya.
Untuk pengamanan mudik, Pemkab Merangin bersama Polres Merangin telah menyiapkan tujuh titik pengamanan melalui Operasi Ketupat. Selain itu, tiga pos pengamanan juga telah didirikan, yakni di Pasar Bawah, Pamenang, dan perbatasan pintu masuk Jambi–Sumbar. Sementara satu pos pelayanan disiapkan di depan Kantor Bupati Merangin.
Di bidang kebersihan, Pemkab Merangin melalui Dinas Lingkungan Hidup juga terus berupaya menjaga kebersihan kota selama momentum mudik Lebaran. Meski menghadapi keterbatasan armada pengangkut sampah, pelayanan tetap dimaksimalkan.
“Armada yang bisa beroperasi saat ini tinggal delapan unit, namun kami akan terus berupaya maksimal agar Merangin tetap bersih selama arus mudik,” ungkap Syukur.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk tetap berada di daerah selama masa pengamanan Lebaran sesuai instruksi dari Menteri Dalam Negeri.
“Sebagaimana instruksi Mendagri, saya secara pribadi menyatakan komitmen pada 18 April mendatang tidak akan meninggalkan tempat tugas,” tegasnya.
Terkait kenaikan harga sejumlah komoditas, Bupati Syukur menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang wajar.
“Kalau kenaikan saya pikir masih normal. Misalnya cabai rawit naik sekitar Rp5.000, ayam naik Rp2.000, dan telur naik sekitar Rp4.000. Ini dipengaruhi kebutuhan masyarakat dan juga pasokan, tetapi menurut saya masih dalam kategori normal,” pungkasnya.(*)






