Pariwarajambi.com – Wahana Mitra Mandiri menyelenggarakan FGD dalam rangka perumusan strategi kampanye publik untuk mendukung hasil percontohan efisiensi energi di sektor kesehatan, sebagai langkah awal untuk mempercepat transisi energi berkeadilan di Kota Jambi, Kamis (23/04/2026). Dalam acara ini diseminasi hasil percontohan juga dilakukan dengan tujuan untuk membagikan pembelajaran kunci dari pelaksanaan pengumpulan data dan audit energi sebagai bagian dari proyek percontohan untuk dapat diterapkan di skala yang lebih besar.
Hasil percontohan yang telah dilakukan selama 5 bulan menunjukkan bahwa penerapan langkah-langkah efisiensi energi yang bersifat tanpa biaya (no-cost) dan berbiaya rendah (low-cost) seperti pengaturan suhu dan jadwal operasional AC, perawatan rutin peralatan, optimalisasi penggunaan pencahayaan, serta peningkatan kesadaran pengguna dapat memberikan dampak nyata. Rekomendasi ini berpotensi juga menguntungkan dari segi ekonomi karena menghasilkan penghematan hingga 10% dari total tagihan listrik per tahun, sekaligus menjadi solusi cepat dan terjangkau yang dapat segera direplikasi oleh fasilitas kesehatan lainnya di Kota Jambi.
Sektor rumah sakit dipilih sebagai fokus percontohan karena karakteristik operasionalnya yang membutuhkan energi tinggi dan berlangsung tanpa henti selama 24 jam. Secara umum, sektor bangunan menyumbang sekitar 30% dari total konsumsi energi global, dengan listrik sebagai komponen utama. Urgensi inisiatif ini semakin kuat mengingat sektor energi merupakan penyumbang emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terbesar di Kota Jambi, mencapai 2.482,80 Gg CO₂ ekuivalen atau sekitar 92% dari total emisi (SIGN SMART Emisi GRK Kota Jambi, 2024). Dengan kondisi tersebut, rumah sakit menjadi sektor strategis untuk intervensi efisiensi energi, dengan potensi signifikan dalam menekan konsumsi energi sekaligus menurunkan emisi GRK.
Berdasarkan hasil pengambilan data dari 10 rumah sakit di Kota Jambi, konsumsi energi didominasi oleh sistem tata udara yang berperan penting dalam menjaga suhu, sirkulasi, dan kualitas udara demi keselamatan serta mutu layanan. Di Indonesia, penggunaan pendingin ruangan di rumah sakit masih menjadi kebutuhan utama, sehingga peluang efisiensi pada sistem ini sangat besar.
“Kami sangat mendukung inisiatif baik yang telah berjalan selama ini, diharapkan ke depannya dapat membantu meningkatkan kesadaran dan memberikan rekomendasi terkait efisiensi energi, yang merupakan salah satu langkah dalam mitigasi pemanasan global,” ujar Tandry Adi Negara S. STP. M. Si., Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi.
“Percontohan efisiensi energi di rumah sakit ini merupakan langkah awal dalam mendorong proses transisi energi, sekaligus menjadi aksi nyata pengurangan emisi gas rumah kaca di tingkat kota. Dengan melibatkan lembaga setempat, diharapkan isu transisi energi khususnya efisiensi energi dapat disebarluaskan kepada publik yang lebih luas, sehingga upaya transisi energi dapat bergulir secara berkelanjutan. Selain itu, inisiatif percontohan ini diharapkan dapat direplikasi, tidak hanya di Jambi, tetapi juga di berbagai kota lain di Indonesia” ujar Chrisandini, Cities, Manufacture, and Energy Manager, WWF-Indonesia.
Percontohan ini adalah salah satu bentuk kerja WWF-Indonesia bersama mitra untuk kegiatan Enabling Civil Society Contribution for Sustainable Development in Energy Transition and Land-Use Governance yang didanai oleh Uni Eropa. Sebelumnya telah dilakukan pengumpulan data di 10 rumah sakit di Kota Jambi, melaksanakan audit awal di tiga rumah sakit RSJD Kolonel H.M. Syukur, RS Mitra, dan RSUD H. Abdul Manap, serta menyelenggarakan pelatihan efisiensi energi yang melibatkan seluruh rumah sakit di Kota Jambi, organisasi masyarakat sipil (CSO), dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diperkuat dengan rangkaian kampanye publik kedepannya, upaya ini menjadi fondasi awal untuk replikasi dan penguatan kebijakan efisiensi energi di sektor kesehatan secara berkelanjutan.
“Adanya percontohan efisiensi energi di rumah sakit menunjukkan bahwa potensi pengurangan konsumsi energi (pengurangan emisi GRK melalui efisiensi energi) di Kota Jambi besar. Hal ini perlu disebarluaskan agar bisa dieskalasi/replikasi. Kami akan menggunakan hasil ini untuk dikampanyekan ke publik, krn peran masyarakat adalah kunci untuk pengurangan energi di fasilitas umum maupun di rumah tangga,” ujar Ir. Yoppy Setiantoro, Direktur Eksekutif Wahana Mitra Mandiri.
Ke depan pengalaman dan pembelajaran dari Kota Jambi diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan dan implementasi efisiensi energi di sektor kesehatan secara nasional, sebagai bagian dari upaya mencapai target penurunan emisi GRK dan percepatan transisi energi yang berkeadilan di Indonesia.(*)







