Pemprov Jambi Gelontorkan Rp 42 Miliar untuk Haji, Bantu Jemaah Hingga Rp 12 Juta per Orang

Pariwarajambi.com – Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen besar dalam membantu keberangkatan jemaah haji tahun 2026. Total anggaran lebih dari Rp42 miliar dianggarkan untuk menanggung biaya transportasi dan operasional jemaah haji asal Jambi.

Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Haji dan Umroh Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab saat pelepasan keberangkatan jemaah haji di Asrama Haji Kota Baru, Kota Jambi, Kamis (21/05/2026).

Wahyudi menyampaikan apresiasi besar kepada Gubernur Jambi Al Haris yang dinilai memberikan perhatian luar biasa terhadap pelayanan haji di Provinsi Jambi.

“Transportasi udara dari Jambi menuju Batam itu dibantu penuh oleh Bapak Gubernur. Total biaya operasional transportasi udara mencapai Rp39,6 miliar. Ditambah transportasi darat dan biaya operasional lainnya, totalnya sekitar Rp42 miliar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika biaya tersebut dibebankan kepada jemaah, maka setiap orang harus menambah biaya sekitar Rp10 juta hingga Rp12 juta.

“Di beberapa daerah mungkin masih dibayar oleh jemaah, tapi Bapak Gubernur tidak ingin jemaah terbebani. Semua biaya ditanggung pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Wahyudi, bantuan tersebut menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia untuk dukungan penerbangan jemaah haji daerah. Bahkan di tengah kondisi kenaikan harga avtur dan sulitnya mendapatkan maskapai penerbangan, Pemprov Jambi tetap memastikan keberangkatan jemaah berjalan lancar.

“Kami sempat mengalami kendala penerbangan reguler dari Jambi menuju Batam karena kenaikan avtur. Namun Bapak Gubernur langsung bergerak dan bertemu pihak maskapai agar penerbangan tetap tersedia,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pelayanan haji tetap menjadi prioritas pemerintah meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran.

“Kalau tidak dibantu Pemda, satu jemaah harus menambah biaya lebih dari Rp10 juta. Karena jumlah jemaah kita sekitar 3.300 orang, maka kami siapkan Rp42 miliar. Sekitar Rp40 miliar untuk jemaah dan Rp2 miliar untuk petugas,” kata Al Haris.

Gubernur mengaku memahami kondisi masyarakat, terutama jemaah dari daerah yang masih kesulitan saat pelunasan biaya haji. Karena itu, dirinya meminta seluruh jajaran pemerintah daerah mencari solusi agar jemaah tidak terbebani tambahan biaya.

“Saya tahu kondisi warga kita di kampung-kampung. Ada yang saat pelunasan masih mencari kekurangan biaya. Maka saya minta semua pihak membantu agar jemaah tidak lagi terbebani,” ujarnya.

Al Haris juga mengungkapkan dirinya sempat langsung menemui pihak maskapai penerbangan untuk memastikan keberangkatan jemaah tetap berjalan.

“Yang penting pesawat tersedia dan jemaah bisa berangkat dengan tenang. Sekarang fokus saja ibadah, itu harapan kami,” tutupnya.(*)