Pariwarajambi.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai mematangkan strategi dan kesiapan kontingen beladiri untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Khusus Bela Diri yang akan digelar di Sulawesi Utara pada Oktober 2026.
Strategi taktis itu dibahas dalam rapat koordinasi internal di Sekretariat KONI Provinsi Jambi, Senin (8/6). Rapat mengevaluasi hasil seleksi fisik atlet jilid II dan dihadiri Wakil Ketua Umum II As Budianto, Waketum IV Prof. Sukendro, Waketum V Dr. Atri Widowati, Sekretaris Umum Dr. Muhammad Ali, serta jajaran pengurus teras lainnya.
Berdasarkan rekapitulasi performa, 27 atlet dinyatakan lolos syarat minimal tes fisik jilid II. Namun mereka belum bisa tenang. KONI Jambi akan menggelar tes fisik jilid III pada akhir Juli dengan standar nilai kelulusan yang dinaikkan.
“Pada tes jilid III nanti, kami dari pihak KONI akan menaikkan nilai minimal kelulusan demi memastikan hanya atlet-atlet terbaik dan paling siap yang dikirim ke Manado. Skema tes tidak hanya menguji ketahanan tubuh umum, tapi langsung menyentuh aspek teknikal spesifik sesuai cabor masing-masing,” tegas As Budianto.
Atlet yang lolos tes jilid III akan langsung masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) selama satu bulan penuh sebagai persiapan final sebelum bertolak ke Manado.
Dari 8 cabor beladiri yang dipertandingkan, KONI Jambi memilih strategi fokus pada 5 cabor unggulan yang dinilai punya potensi medali paling realistis.
Dengan pengetatan parameter seleksi dan persiapan terukur ini, KONI Provinsi Jambi optimis membangun skuad beladiri yang solid, kompetitif, dan mampu mengharumkan nama Bumi Sepucuk Jambi di tingkat nasional.(*)








