Pariwarajambi.com – Perjalanan panjang produk lokal dan unggulan daerah milik para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Merangin untuk menembus pasar ritel modern kini memasuki babak baru.
Melalui sinergi strategis dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret), sebanyak 17 produk unggulan daerah dipastikan siap mengisi etalase jaringan toko modern tersebut.
Langkah ini ditandai dengan rampungnya pengisian formulir komitmen sebagai supplier (pemasok) resmi Indomaret oleh 13 pelaku usaha (pemilik dari 17 produk tersebut) secara virtual bersama Tim Manajemen Indomaret, Rabu (01/07/2026).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Merangin, Andrie Fransusman, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan para pelaku UMKM menembus ketatnya standardisasi ritel modern adalah bukti nyata bahwa produk Merangin memiliki daya saing yang tinggi.
“Ini adalah buah dari kerja keras dan komitmen bersama. Sejak dibuka langsung oleh Bupati Merangin, Bapak H. M. Syukur pada akhir Januari lalu, kita terus mengawal proses kurasi yang ketat dan transparan ini. Masuknya 17 produk lokal ke Indomaret bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti nyata bahwa UMKM Merangin siap naik kelas dan bersaing di pasar nasional,” ujar Andrie Fransusman saat dimintai keterangan, Kamis (2/7).
Andrie juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan fasilitas dan pendampingan, terutama dalam pemenuhan aspek legalitas yang menjadi kunci utama kepercayaan pasar.
“Kami berharap langkah ini menjadi pemantik dan motivasi bagi pelaku UMKM lainnya di Merangin. Ketika kualitas produk dijaga dan legalitas seperti Halal, PIRT, dan NIB dipenuhi, pasar akan terbuka lebar. Pemerintah daerah berkomitmen penuh mewujudkan ekosistem usaha yang mendukung kemandirian ekonomi daerah,” pungkasnya.
Program kemitraan ini telah dimulai sejak 29 Januari 2026 lalu dalam acara Pelatihan Kewirausahaan Mandiri UMKM yang dihadiri langsung oleh Bupati Merangin M. Syukur. Pelatihan tersebut juga dihadiri langsung oleh tim manajemen Microeconomics HO PT Indomarco Prismatama.
Pada tahap awal kurasi, terdapat 21 produk yang dinyatakan lolos dengan catatan perbaikan minor dan kelengkapan legalitas. Melalui pergerakan cepat para pelaku usaha, 17 produk dari 13 pelaku UMKM berhasil memenuhi seluruh komitmen persyaratan administratif dan teknis, mulai dari sertifikat Halal, PIRT, hingga Nomor Induk Berusaha (NIB).
Setelah fase finalisasi administrasi supplier hari ini, produk-produk lokal khas Merangin tersebut dijadwalkan akan diluncurkan secara resmi (launching) untuk masuk ke etalase gerai-gerai Indomaret.
Acara peluncuran tersebut direncanakan paling lambat akan dilaksanakan pada September 2026 mendatang dan bakal diresmikan langsung oleh Kepala Daerah Kabupaten Merangin.
Keberhasilan sinergi antara kreativitas lokal, fasilitasi pemerintah, dan keterbukaan sektor swasta ini diharapkan dapat mendongkrak sirkulasi ekonomi daerah dan membawa produk Merangin dikenal lebih luas.(*)






