Pariwarajambi.com – Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, ke Jambi pada Sabtu (11/04/2026) membawa kabar menggembirakan. Tak sekadar agenda seremonial, kunjungan ini membuka peluang besar bagi pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah.
Komitmen tersebut terlihat langsung saat Menteri Lingkungan Hidup bersama Gubernur Jambi Al Haris dan Wali Kota Jambi Maulana meninjau lokasi pembangunan PSEL di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Talang Gulo.
Tak hanya itu, langkah konkret juga ditunjukkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Gubernur Jambi Al Haris, Walikota Jambi Maulana, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS), Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, Bupati Tanjab Barat Anwar Sadar, dan Bupati Tanjab Timur yang diwakili Wakil Bupati Muslim Tanja untuk pembangunan ini.
Penandatanganan PKS ini berlangsung di auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (11/04/2026) malam dan disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebutkan bahwa proyek PSEL untuk Jambi ini membutuhkan anggaran besar yang mencapai triliunan rupiah.
“Secara teknis nanti Danantara, tetapi itu anggarannya triliunan rupiah. Sehingga perlu dilakukan dengan sangat baik melalui proses pengadaan barang dan jasa yang diatur dalam Peraturan Presiden,” ujarnya.
Meski demikian, lanjut Menteri prosesnya akan dilakukan secara hati-hati dan sesuai aturan, termasuk melalui mekanisme pengadaan dan tender yang transparan.
“Proyek ini akan dikerjakan dengan sangat cermat karena menyangkut anggaran besar. Prosesnya tidak boleh tergesa-gesa, dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga tahun hingga tahap operasional,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan kesiapan daerah dalam mendukung penuh proyek strategis tersebut. Ia menyebut, sinergi lima kabupaten/kota menjadi kunci agar target pengolahan sampah bisa tercapai.
Menurutnya, volume sampah dari lima daerah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan kapasitas PSEL, yakni sekitar 1.000 ton per hari. Jika target ini terpenuhi, maka pengolahan sampah menjadi energi listrik di Jambi akan berjalan optimal.
“Kami siap menyiapkan lahan dan seluruh kebutuhan yang diperlukan agar pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan. Ini langkah besar untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghadirkan energi terbarukan,” kata Al Haris.
Gubernur juga berharap, melalui proyek ini, sistem pengelolaan sampah di Jambi akan semakin baik. Ke depan, metode pembuangan terbuka (open dumping) akan ditinggalkan dan diganti dengan sistem controlled landfill yang lebih ramah lingkungan.
Pembangunan PSEL ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas persoalan sampah, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat Jambi secara berkelanjutan.(*)






