Pariwarajambi.com – Pemerintah Kabupaten Tebo berupaya mengatasi kenaikkan harga dan kerawanan pangan dengan mengalakan gerakan tanam cepat panen, salah satunya tanam cabai.
Pejabat Bupati Tebo, Aspan mengatakan pemerintah kabupaten Tebo mengajak masyarakat tanami lahan kosong atau belum dimanfaatkan untuk menanam tanaman cepat panen.
Baca juga: Tanam Cabai Bersama Warga Giriwinangun Tebo Ilir, Al Haris Ajak Tanami Lahan Kosong
“Kita sudah melakukan langkah dengan melakukan sosliais dengan masyarakat dan koordinasi dengan Kades dan Camat untuk gerakan tanam cepat panen,” kata Aspan saat mendampingi kunjungan kerja Gubernur Jambi, Al Haris ke Desa Giriwinangun, Tebo Ilir, Selasa (27/09/2022) pagi tadi.
Aspan menyampaikan di Tebo telah dilakukan gerakan tanam cabai oleh masyarakat, dengan luas tanam cabai merah 29,75 hektar dan cabai rawit 25,5 hektar.
Baca juga: Launching Pendidikan Subuh di Tebo, Al Haris Gembira Masjid Dipadati Ribuan Jamaah
“Luas panen cabe rawit 14,75 hektar dan cabe merah 17,5 hektar, dan dengan produksi cabe merah 52,5 ton dan cabe rawit 39,8 ton,” jelas Aspan.
“Didampingi itu kita juga mengalakan tanam cabe di rumah tangga dengan tanam 20 polibek cabe. Selain cabe masyarakat juga menanam bawang merah dengan luas tanam 10 hektar,” tambah Aspan lagi.
Untuk mendukung program gerakan tanam cepat panen tersebut, dikatan Aspan pemerintah Kabupaten Tebo mengalokasikan anggaran untuk menyiapkan bibit.
“Pemerintah Tebo membantu bibit, selain itu kita juga menyediakan bibit ikan untuk pemulihan ekonomi. Kita juga mengalokasi anggaran untuk operasi pasar,” sebut mantan Kadis PUPR Merangin ini.
Program Pj Bupati Tebo, Aspan ini selaras dengan program Gubernur Jambi Al Haris yang juga mengajak masyarakat Jambi tanami lahan kosong dan belum dimanfaatkan untuk menanam tanaman cepat panen guna mengatasi kenaikkan harga dan kerawanan pangan.(*)






