Siang Bolong Tiga Sejoli di Merangin Terjaring Razia Pol PP di Hotel

Tiga pasangan sejoli tanpa ikatan suami istri di Merangin terjaring razia Satpol PP

Pariwarajambi.com - Tiga pasangan sejoli tanpa ikatan suami istri di Merangin terjaring razia Satpol PP. Sejoli tersebut terjaring razia di salah satu hotel di sudut kota Bangko, Rabu (05/01/2022).

Tiga muda mudi tanpa ikatan suami istri itu terjaring razia Satpol PP sekira pukul 10.00 WIB.

Diketahui pasangan HF (21) dan GI (20) merupakan mahasiswa disalah satu sekolah tinggi di Jambi asal Merangin, sementara dua pasangan lainnya merupakan pekerja swasta.

Baca juga: Ini Tim PS Merangin di Piala Gubernur Cup 2022

Kasat Pol PP Merangin, Sobraini mengatakan razia dengan menyisiri hotel dalam kota Bangko dilakukan karena laporan warga ada hotel yang sering dijadikan tempat menginap pasangan bukan suami istri.

"Berdasarkan laporan masyarakat dan intruksi lisan Bupati Merangin kita melakukan razia. Pada operasi kali ini kita dapati tiga pasang bukan suami istri dalam hotel," kata Shobraini.

"Hotel (Tempat pasangan terjaringan razia)  terindikasi banyaknya penginap yang tidak mengantongi indentitas sebagai suami isteri. (Pada razia tadi terjaring) Dua pasangan swasta, satu pasangan lagi mahasiswa," tambahnya lagi.

Baca juga: Misi Pertahankan Juara: Tim Bola Gubernur Cup Merangin Berangkat ke Jambi

Terkait pasangan bukan suami istri yang terjaring razia, dikatakan Shobraini pihaknya melakukan pendataan dan pembinaan, dan pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang memalukan tersebut.

"Kami panggil orang tuanya, bagi yang orang tuanya tidak ada tadi kita hubungi Kades untuk menjemputnya," kata Shoraini.

Sementara itu terkait Hotel dan Kos-kosan, Shobraini mengharapkan agar ikut membantu pemerintah, sebelum ada yang memesan kamar harus teliti jangan sampai orang yang bukan mukrim diberi ruang untuk menginap.

"Jadi itu seperti ini seharusnya, harusnya pemilik Hotel telitilah sebelum memberi orang menginap. Nampaknya Hotel ini memang terindikasi sepertinya memang bebas, siapapun yang mau nginap di persilakan," katanya.

"Kami akan panggil pengelola Hotel dan memberi teguran tertulis. Apa bila tidak digubris kami minta petunjuk ke Pimpinan agar mencabut izin Hotel," sebutnya.(*)

Editor Riky Serampas