Restorasi Gambut, Wagub Abdullah Sani Bersama BRGM Launching Program Kedai Kopi Jambi

Pariwarajambi.com – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani hadiri launching kedai kopi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bersamaan dengan pelepasan dan penyambutan Mahasiswa Universitas Brawijaya dan Universitas Gadjah Mada untuk percepatan Restorasi Gambut di Provinsi Jambi. Acara ini berlangsung di aula rumah dinas Gubernur Jambi, Senin (12/09/2022).

BRGM yang diberikan tugas melalui Perpres Nomor 120 Tahun 2020 untuk melakukan restorasi gambut seluas ±1,2 Juta Ha dan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu Ha. Provinsi Jambi merupakan pioneer Pemerintah Provinsi yang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan restorasi gambut oleh Badan Restorasi Gambut sehingga menjadi benchmark bagi provinsi prioritas lainnya.

Kegiatan restorasi gambut yang dilakukan oleh BRGM dilakukan melalui 3 pendekatan  yaitu Rewetting (R1), Revegetation (R2) dan Revitalization (R3). Untuk memastikan pendekatan ini berjalan dengan baik, BRGM membuat program KEDAI KOPI BRGM (Kedaireka, Kolaborasi, Partisipasi dan Inovasi) yang sejalan dengan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yaitu Matching Fund Kedaireka (Kedaulatan Indonesia dalam Reka Cipta) Kampus Merdeka – Merdeka Belajar yang memberikan ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengaplikasikan  keilmuan dan hasil risetnya langsung ke masyarakat.

Program KEDAI KOPI ini sendiri sudah dimulai sejak tahun 2021 dengan enam perguruan tinggi di Provinsi Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Riau dan Kalimantan Barat dengan total anggaran 4.240.426.000 berasal dari Kemendikbud Ristek dan sebesar 7.364.489.000 dari BRGM RI.

Melihat kemajuan program tahun 2021, BRGM kemudian melanjutkan program tersebut di 2022 dengan melibatkan  sembilan universitas yang bekerja di Provinsi Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Kalimatan Timur, Papua, Jambi, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan dan Papua Barat. Untuk Provinsi Jambi, kegiatan KEDAI KOPI ini dilakukan dengan melibatkan dua perguruan tinggi yaitu Universitas Brawijaya dan Universitas Gadjah Mada.

Universitas Brawijaya akan melaksanakan program di Desa-Desa Mandiri Peduli Gambut yang ada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Kecamatan Pengabuan (Desa Mekar Jati, Desa Sungai Pampang, Desa Parit Sindang, Desa Sungai Jering, Desa Sungai Raya, Desa Pasar Senin, Desa Sungai Serindit), Kecamatan Seberang Kota (Desa Teluk Pulai Raya), Kecamatan Kuala Betara (Desa Tanjung Pasir)  dan Kecamatan Senyerang Desa Sungai Kayu Aro, Desa Margo Rukun) serta Kabupaten Tanjung Jabung Timur di Kecamatan Mendahara (Desa Bakti Idaman), Kecamatan Berbak (Desa Simpang), Kecamatan Dendang (Kota Kandis Dendang), Kecamatan Sadu (Desa Air Hitam Laut, Remau Bakau Tuo) melalui program penguatan tata kelola pemerintahan desa dalam mendukung perlindungan ekosistem gambut berbasis Green Economy.

Kegiatan penguatan tersebut berupa program pendampingan dan pelatihan penyusunan Perdes dan RPJMDes, program evaluasi efektivitas Perdes, program penguatan dan pelatihan inkubasi bisnis dan pengembangan produk desa serta program pemdampingan kelembagaan dan sistem informasi desa.

Dari kegiatan penguatan tata kelola pemerintahan desa diharapkan desa mempunyai payung hukum serta acuan melalui Perdes dan RPJMDes yang diharapkan akan membawa dampak positif dalam pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan. Selain itu diperkuat dengan program pembuatan system informasi dalam bentuk website yang berisi konten edukatif terkait pengelolaan pemerintah desa dan perlindungan ekosistem gambut.
Sedangkan di sisi penguatan ekonomi desa, kegiatan pelatihan inkubasi bisnis dan pengembangan produk berupa pelatihan inkubasi bisnis dan perlindungan hak kekayaan intelektual dan merek. Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan mark up pada market place serta melindungi kelompok masyarakat yang memiliki industri rumahan dari sisi hukumnya.

Universitas Gadjah Mada melalui KEDAI KOPI ini juga akan melakukan pendampingan dan mengembangkan pewarna alami yang berasal dari ekosistem gambut di Kelurahan Tanjung, Kabupaten Muaro Jambi dan Desa Pandan Sejahtera, Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagai terobosan pewarna kain ramah lingkungan. Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis potensi local dengan memperhatikan kelestarian ekosistem gambut.

Kegiatan KEDAI KOPI ini akan melibatkan sekitar 30 mahasiswa yang akan tinggal di desa dan melakukan pendampingan yang akan di aplikasikan menjadi 20 SKS selama 2 bulan.

Melalui program ini diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru sesuai nama Programnya yaitu KEDAI KOPI (Kedaireka, Kolaborasi, Partisipasi dan Inovasi) dimana kampus akan menjadi garda tersedepan dalam percepatan pembangunan di desa, dimana hasil-hasil penelitian dan keilmuannya tidak hanya berhenti dalam jurnal ataupun laboratorium belaka dan mampu menyelesaikan masalah langsung di masyarakat desa.(*)