Haflah Akhirussanah Ponpes Fahimul Qur’an, Wabup Khafidh Sebut Santri Aset Berharga Merangin

Pariwarajambi.com – Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, menghadiri acara Haflah Akhirussanah sekaligus wisuda 33 santri/santriwati angkatan ke-V Pondok Pesantren (Ponpes) Fahimul Qur’an di Desa Sungai Ulak, Rabu (20/05/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat pendamping Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, di antaranya Asisten I Setda Merangin Sukoso, Kabag Kesra Agus Salim Idris, serta Camat Nalo Tantan Anggie Yuwana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati A. Khafidh mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas bertambahnya jumlah penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Merangin. Ia menegaskan bahwa para santri ini merupakan aset yang sangat berharga bagi masa depan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Merangin sangat bangga dan bersyukur hari ini 33 orang santri/santriwati diwisuda. Meskipun tingkat hafalan bervariasi, mereka adalah aset berharga bagi Kabupaten Merangin,” ujar Wabup.

Ia juga berpesan kepada para wisudawan yang nantinya kembali ke tengah masyarakat agar menjadi motor penggerak kebaikan, salah satunya dengan mengajak remaja di desa masing-masing untuk aktif mengaji, minimal pada waktu antara Magrib dan Isya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Wabup mengingatkan pentingnya peran pondok pesantren sebagai pelindung moral generasi muda dari dampak negatif gawai (smartphone).

“Anak-anak zaman sekarang, bahkan yang masih usia balita, sudah sangat ketergantungan dengan HP. Kemajuan teknologi ini punya dua sisi, positif dan negatif. Nah, pondok pesantren inilah yang menjadi benteng pertahanan dari informasi dan dampak negatif tersebut,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan keagamaan, Pemkab Merangin berkomitmen mengucurkan bantuan dana stimulan sebesar Rp100 juta untuk setiap pondok pesantren. Di Kabupaten Merangin sendiri tercatat ada 93 pondok pesantren yang akan menerima bantuan ini secara bergiliran.

Wabup merincikan bahwa pada tahun lalu bantuan telah disalurkan ke 18 ponpes. Sementara pada tahun 2026 ini, bantuan dialokasikan untuk kurang lebih 20 ponpes, dan akan dilanjutkan sebanyak 27 ponpes pada tahun 2027.

“Target kami, hingga akhir periode nanti, seluruh 93 pondok pesantren di Merangin sudah merasakan bantuan Rp100 juta ini. Kami mengakui nilainya mungkin tidak besar jika dihitung dengan kebutuhan ponpes, namun inilah batas kemampuan anggaran Pemkab Merangin saat ini,” pungkasnya. (*)